17 views

Ridho Lahirkan Petani Modern

HARIANFOKUS.com – Harus diakui, era pemerintahan Ridho-Bachtiar sebagai gubernur-wagub Lampung 3 tahun ini ditandai dengan lahirnya mekanisasi besar-besaran di sektor pertanian. Istilah lainnya, kini petani di provinsi ini telah menjadi petani modern.

Mengapa demikian? Karena ribuan alat dan mesin pertanian (alsintan) telah disebar oleh Ridho-Bachtiar ke petani di seluruh wilayah Lampung. Dan buktinya, dengan lahirnya petani-petani modern itu, Lampung mampu mencapai swasembada padi dan jagung.

HUBUNGAN Ridho dengan Presiden Jokowi yang cukup dekat, bukti nyata harmonisnya komunikasi Pemprov Lampung dengan pemerintah pusat.

Adalah tantangan pemerintah pusat agar Lampung mampu menaikkan produksi padi di atas 4 juta ton dan jagung di atas 2 juta ton, yang melecut Ridho-Bachtiar untuk mewujudkan mekanisasi di sektor pertanian.

“Kalau hanya mengandalkan tenaga manusia, sulit untuk bisa mempercepat produksi. Oleh karena itu, sejak awal saya minta kepada Menteri Pertanian agar memprioritaskan bantuan alsintan bagi para petani Lampung,” tutur Ridho Ficardo, Selasa (17-4) malam.

Permintaan Ridho bersambut. Sejak 2015, bantuan alsintan pun berdatangan. Mulai dari 18 unit pengolah pupuk organik (UPPO), 395 pompa air, 750 traktor roda 2, dan 70 traktor roda 4, langsung disalurkan Ridho ke petani.

PERKEMBANGAN perekonomian Lampung yang terus meningkat di era kepemimpinan Ridho-Bachtiar adalah bukti bila program prorakyatnya mampu menyejahterakan masyarakat.

Tak selesai disitu. Pada 2016, berkat hubungan harmonis yang dibangun Ridho-Bachtiar antara Pemprov Lampung dengan pemerintah pusat, bantuan alsintan lebih banyak kembali diluncurkan ke Lampung. Kali ini berupa 15 UPPO, 442 pompa air, 1.103 traktor roda 2, 354 rice transplanter atau mesin penanam padi, dan 98 traktor roda 4.

Gerakan mekanisasi pertanian terus bergulir. Ridho selalu menjalin hubungan baik dengan pemerintah pusat. Hasilnya, pada 2017, alsintan berupa 653 traktor roda 2, 46 cultivator, 655 pompa air, 30 traktor roda 4, 1.252 handsprayer, 106 rice transplanter, dan 105 alat tanam jagung kembali masuk ke Lampung serta disebar ke petani.

“Bantuan alsintan yang disalurkan mulai produksi hingga panen itu membuat petani Lampung kini memasuki era pertanian modern. Dan yang pasti, dengan mekanisasi itu membuat olah tanah, tanam, dan panen bisa dipercepat. Ini mengurangi risiko hama dan kehilangan hasil,” kata Ridho yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Lampung.

RIDHO Ficardo dikenal sangat dekat dengan petani. Karenanya, dilakukan berbagai terobosan program guna meningkatkan kesejahteraan petani selama 3 tahun ini.

Ditambahkan, bantuan pascapanen juga diterima oleh para petani di Lampung. Misalnya, pada 2015 silam, bantuan pascapanen tersebut diantaranya berupa combine harvester (CH) kecil sebanyak 174 unit dan CH besar 25 unit.

Lalu pada 2016, bantuan pascapanen juga mengalir. Kali ini CH kecil sebanyak 469 unit, CH sedang 216 unit, dan CH besar 50 unit. Sedangkan di tahun 2017 lalu, berupa CH sedang 36 unit dan CH besar 128 unit.

“Seluruh alsintan itu berada di tangan petani, dalam bentuk usaha pengelolaan jasa alsintan (UPJA). Guna memaksimalkan sarana mekanisasi pertanian tersebut, kami di Pemprov Lampung membentuk Brigade Alsintan tingkat provinsi, kabupaten/kota dan Kodim se-Lampung,” ucap Ridho.

Berkembangnya sektor pertanian dalam era mekanisasi ini, ditindaklanjuti Ridho dengan meminta agar eks Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian di Masgar, Tegineneng, Pesawaran, yang memang milik Pemprov Lampung, dijadikan workshop dan bengkel perawatan alsintan.

“Alhamdulilah, permintaan tersebut direspon positif oleh Kementerian Pertanian, dengan mengalokasikan dana Rp 5 miliar untuk membangun bengkel alsintan pada 2018 ini. Dengan adanya bengkel spesialis alsintan ini, akan menjaga tetap berjalannya mekanisasi pertanian di Lampung,” sambung Ridho Ficardo. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *