1 views

Soal Air

“MBAK, halaman kita kebanjiran nih! Airnya nggak ketampung buat masuk ke selokan!” teriak Gilang, pagi tadi.

“Santai aja sih, dek! Nggak usah gupek! Nanti juga surut sendiri kok!” sahut Dinda dengan kalem.

“Ya kapan surutnya, mbak? Ini kan ujan nggak ada redanya sejak semalem! Jangan-jangan malah deres dan sampai malem lagi!”

“Nggak ada ujan yang nggak berhenti, dek! Kayak panas, juga pasti akan berganti redup! Itu sudah hukum alamiah!”

“Tapi sebelum ujannya reda kan airnya nambah terus, mbak! Bisa-bisa kebanjiran ntar rumah kita!” sela Gilang.

“Ya emang bisa aja kebanjiran, dek! Tapi pada hakekatnya, air itu punya kehidupan sendiri yang mengatur pergerakannya! Jadi nggak usah khawatir-khawatir amatlah, dek!” ucap Dinda.

“Air punya kehidupan sendiri? Maksudnya apa, mbak?!”

“Dalam siklus kehidupannya, air itu akan mengalir ke posisi yang lebih bawah! Ketemu rintangan, dia akan berbelok dengan sendirinya! Ketemu celah kecil, dia akan nyelip!”

“Gimana kalo ketemu batu, mbak?!” tanya Gilang.

“Kalo ketemu batu, dia akan menyibak dirinya sendiri! Ketemu bendungan, dia akan mengumpulkan dirinya sendiri!” jelas Dinda.

“Tapi nggak keliatan pergerakannya ya, mbak?!”

“Iya, seolah-olah memang nggak keliatan ada pergerakannya, dek! Seakan-akan hanya diam, pasrah dan bersabar aja! Padahal sesungguhnya terus ada pergerakan!”

“Jadi sebenernya, saat ngadepin bendungan, air itu menyatukan dirinya ya, mbak?!”

“Oh iya, dek! Memang nggak mudah melihatnya! Tapi bagi orang yang paham filosofi air, mereka tahu persis kalo pergerakan itu tiada henti!”

“Kalo gitu, sekokoh apapun bendungan yang menahannya, air pasti akan bisa melaluinya ya, mbak?!”

“Pasti itu, dek! Karena dalam pandangan kasat mata yang keliatannya tak ada pergerakan, sesungguhnya air tengah berjuang keras, dek! Terus melakukan pergerakan untuk meraih kemenangan! Maka itu, menyikapi soal air, jangan hanya dari sudut pandang aja! Sebab, banyak nilai intrinsik yang diajarkan pada keberadaan dan pergerakannya! Tinggal kita aja; mampu nggak belajar dari air! Kearifan dan sikap bijak kitalah yang menjawabnya, karena banyak di sekeliling kita yang sebenernya melakoni filosofi air ini!” tutur Dinda sambil tersenyum. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *