13 views

Soal Nego

“MBAK, ngapain mau pergi lagi? Kan sudah hampir seharian keluar rumah! Besok-besik lagilah!” kata Gilang, tadi petang.

“Ini temen mbak telepon, dek! Minta temenin ke mal karena ada yang mau dibeli! Mamanya besok mau ultah!” sahut Dinda.

“Ya nggak gitu juga kali, mbak? Kan mbak bisa bilang kalo baru nyampe rumah!”

“Nggak enak tapi, dek! Ini kan temen akrab mbak juga!”

“Lho, bukannya tadi temen mbak itu juga sudah hampir seharian jalan sama mbak? Kenapa nggak sekalian aja tadi beli kado buat mamanya ultah?!” ucap Gilang.

“Tadi kan kami ditraktir temen akrab mbak yang lain, dek! Nggak enaklah kalo ada urusan lain juga!” kata Dinda.

“Ya nggak apa-apalah, mbak! Malahan lebih simpel, semua urusan selesai dalam sekali jalan! Kalo gini kan nggak praktis namanya!”

“Nggak bisa dibuat gitu, dek! Temen mbak itu satu sama lain saling jeles-jelesan! Saling intip-intipan! Bersaing tapi tersembunyi! Kalo bertatapan iya saling senyum, tapi begitu kepala nengok, langsung saling ngelewek!”

“Kok bisa gitu, mbak? Berarti tabiatnya nggak baik dong?! Sudah tau kayak gitu, ngapain diakrabin! Nanti mbak malah ketularan perilaku buruknya!” sela Gilang.

“Mbak kan bisa nempatin diri, dek! Mbak jadi makin banyak tau bagaimana pembawaan orang! Semua pertemanan ini juga kan proses pembelajaran, dek! Pelajaran kemanusiaan!”

“Tapi adek tetep nggak setuju kalo mbak mau keluar lagi! Buat nemenin beli kado itu!” tegas Gilang.

“Nggak apa-apa sih, dek? Nggak enak sama temen mbak yang ini kalo nolak?!” rajuk Dinda.

“Mbak, mestinya kalo sudah tau temen begitu, ya dinegoin aja kalo masing-masing ada kepentingan! Jadi semua bisa jalan tanpa ngebuang waktu lagi!”

“Negoin gimana maksudnya, dek?!”

“Ya di-negosiasiin-lah!”

“Maksudnya negoisasi ya, dek?!” tanya Dinda.

“Mbak perlu tau ya, sebenernya kata negoisasi itu nggak bener! Yang bener itu negosiasi! Soal kata ini emang banyak orang sering salah, mbak!” ucap Gilang.

“Oh gitu to, dek! Terus apa artinya negosisasi itu?!”

“Artinya negosiasi itu ada proses tawar-menawar antara pihak yang satu dengan pihak lainnya, mbak! Ujungnya ya ada kesepakatan bersama! Soal prosesnya melalui perundingan, itu yang lazim! Tapi soal prosesnya pake gaya apa, itu tergantung situasi dan kondisi aja, mbak!” urai Gilang.

“Terus maksudnya mbak negoin urusan sama dua temen akrab ini gimana dong?!” sela Dinda.

Mbak perlu tau ya, sebenernya kata negoisasi itu nggak bener! Yang bener itu negosiasi! Soal kata ini emang banyak orang sering salah, mbak!” ucap Gilang.

“Oh gitu to, dek! Terus apa artinya negosisasi itu?!”

“Artinya negosiasi itu ada proses tawar-menawar antara pihak yang satu dengan pihak lainnya, mbak! Ujungnya ya ada kesepakatan bersama! Soal prosesnya melalui perundingan, itu yang lazim! Tapi soal prosesnya pake gaya apa, itu tergantung situasi dan kondisi aja, mbak!” urai Gilang.

“Terus maksudnya mbak negoin urusan sama dua temen akrab ini gimana dong?!” sela Dinda.

“Ya mbak liat situasi dan kondisinya aja, kapan yang pas buat mereka bisa tawar-menawar dalam menakar egonya masing-masing untuk akhirnya bersepakat bahwa ke depannya akan saling berbaik-baik! Seiring sejalan! Setikar seketiduran!”

“Tapi mereka itu perseteruannya sudah mendalam lho, dek! Walo jalan bareng dan keliatan rukun, bahkan sering runtang-runtung, sebenernya sama-sama menyimpan bara di dadanya!” tutur Dinda.

“Mbak, sepanjang itu masih urusan dunia, apalagi selama ini bisa disembunyikan berkat kepiawaian mereka ngelola hati masing-masing, nggak ada yang nggak bisa di-nego-kan! Bahkan, bisa aja mereka itu menunggu mbak untuk bisa menegokan kepentingan mereka! Maka ada sahabat adek yang menulis; hanya NKRI yang harga mati, selain itu harga nego!” sahut Gilang sambil cengengesan. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *