3 views

soal Diving

“DEK, nanti malem kan final Piala Dunia! Nurut adek bakal banyak aksi diving nggak?!” ucap Dinda, sore tadi.

“Kayaknya sih nggaklah, mbak! Masak iya, pemain kelas dunia dan di final Piala Dunia mau main nggak sportiv gitu!” sahut Gilang sambil mengurut pergelangan kakinya yang sakit usai main futsal pagi tadi.

“Nggak jaminan lho pemain kelas dunia mainnya selalu sportif dan tidak melakukan diving, dek! Mereka yang dari Perancis maupun Kroasia itu kan kebanyakan bermainnya di klub-klub Inggris, yang dikenal paling banyak melakukan diving di kotak pinalti lawan!”

“Ya kalo pendekatannya gitu, bisa aja, mbak! Dunia sepakbola juga kan memang penuh dengan serba kemungkinan! Dengan bahaya klisenya; bola itu bundar! Tapi kalo ngeliatnya dari karakter pemain kedua kesebelasan selama ini sih kecil kemungkinan akan banyak aksi diving itu, mbak!”

“Jangan lupa, dek! Pemain di lapangan wajib jalankan instruksi pelatih! Artinya, dia harus melakukan sesuai arahan pelatih! Ditambah kemampuan akselerasi personalnya yang tidak boleh dominan! Kalo dikalkulasi, gaya permainan Tim itu 80% harus sesuai maunya pelatih, 20% sisanya kecerdikan personal pemain aja! Kan bisa aja sang pelatih negesin wajib menang, apapun caranya, termasuk kalo perlu mainkan gaya diving alias berselancar di lapangan!” kata Dinda.

“Itu bener, mbak! Emang pelatih yang harus kendaliin pemainnya! Tapi kayaknya nggak adalah pelatih yang bolehin anak didiknya main curang asalkan menang. Apalagi fatsun fair play begitu kuat di Piala Dunia sekarang ini!” ujar Gilang.

“Alur pikir adek bisa mbak pahami! Karena hanya terkotak antara pemain dan pelatih aja! Tapi adek juga jangan lupa! Diatas pelatih ada bos besarnya! Ada PSSI-nya di negara masing-masing! Bukan mustahil, taipan-taipan, triliuner-triliuner, mafia-mafia besar selama ini diem-diem banyak keluar uang untuk besarkan PSSI-nya dan membina pemain! Kalo bos besar sudah punya mau, sudah turun titah, apa aja akan dilakuin, dek! Karena ukurannya bukan benar atau salah, baik atau buruk, tapi harus menang! Jadi, nurut prediksi mbak, final Piala Dunia ini akan diwarnai dengan banyak aksi tidak sportif bahkan praktik-praktik diving yang menggila! Sebab, sudah terlalu banyak kepentingan disana!” urai Dinda.

“Wah, adek nggak mikirnya sejauh itu, mbak! Emang bisa ya para pemilik uang campur tangan di urusan sepakbola begini, mbak?!” sela Gilang.

“Nggak ada yang nggak bisa mereka rambah, dek! Ingetkan, berapa banyak praktik pengaturan skor sebuah pertandingan sepakbola! Baik lokal maupun mancanegara! Ingetkan, gimana pelatih bagus mendadak dipecat karena nggak mau buat timnya kalah, sesuai maunya pemodal?! Jadi, diakui atau nggak, pemilik modal itulah yang banyak memaksa pemain melakukan diving, dek! Dan soal diving ini, nggak melulu di urusan sepakbola aja! Dunia politik pun kalo pemilik modal nggak suka, dengan berbagai cara tim yang difavoritkannya harus menang, nggak peduli lewat aksi-aksi diving para pemainnya atau bahkan wasitnya dibuat pingsan karena dengan sengaja ditabrak pemain yang diinstruksikan untuk ber-diving-ria di lapangan!”

“Ah, mbak mah terlalu jauh ngembangin urusan diving ini! Nggak kebayang sama adek, gimana bisa beraksi diving selain di lapangan bola!” kata Gilang.

“Memang nggak perlu adek bayangin! Karena nggak bakal ketemu juga rumusnya dalam bayangan! Cuma mbak pengen kasih tau aja, kalo soal diving itu sudah bukan hal yang tak lazim lagi dilakukan! Sudah banyak praktiknya diluar dunia sepakbola! Ya udah, ayo kita siapin kaos masing-masing buat nonton final nanti! Mbak pake kaos Prancis, adek pake Kroasia!” tutur Dinda sambil beranjak ke kamarnya. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *