14 views

Soal Tandem

“NGGAK semangat bener mainnya sore ini, dek! Malah banyak bengong waktu ada bola! Kemampuan adek nggak muncul sama sekali selama tanding tadi! Kenapa sih?!” tanya Dinda sambil menyodorkan air mineral pada Gilang.

“Nggak tau juga adek, mbak! Kenapa bisa gini! Pastinya kurang semangat kali ya?!” sahut Gilang.

“Kalo kurang semangat, pasti itu dek! Nggak biasanya adek main kayak gini! Emang apa yang dipikirin sih?!”

“Kali karena sejak sebelum main, adek sudah bete ya, mbak? Jadi ngurangin semangat!”

“Emang kenapa bete, dek?!” ucap Dinda.

“Karena tandem adek dalam permainan tadi, mbak!” kata Gilang.

“Maksudnya gimana, dek?!”

“Adek sebagai pemain depan kan punya tandem, mbak! Punya temen yang kerja bareng buat nembakin bola ke gawang lawan! Sama-sama ujung tombak! Tapi dalam beberapa pertandingan sebelumnya, dia lebih suka nendang bola sendiri walo akhirnya nggak masuk gawang lawan! Nggak mau oper bola ke adek meski posisi adek lebih baik untuk ngegolin! Makanya tim kami jadi minim ngegolin! Nah, pas mau main tadi, adek inget itu! Jadinya bete duluan dan nggak semangat!” urai Gilang.

“O gitu to, dek! Biasa aja kali ngadepin yang gituan mah! Jangan dimasukin hati dan berdampak pada permainan adek! Kalo gini kan adek sendiri yang rugi! Nggak bisa maksimal mainnya! Kepentingan tim juga jadi ikut dirugiin!” sahut Dinda.

“Tapi kan yang namanya tandem itu mestinya saling dukung, mbak! Saling mengisi! Saling menambah nilai! Siapa yang lebih bisa ngegolin yang diutamain! Nggak boleh keukeuh dengan ego pribadi! Bicaranya bukan lagi kepentingan personal, tapi kebersamaan! Kepentingan tim yang diduluin?!”

“Itu idealnya, dek! Tapi kan dalam kehidupan ini nggak ada yang ideal! Seper-empat ideal aja nggak ada! Lagian, walo sepakat tandem, tetep aja unsur kepentingan personal sulit dikendaliin, dek! Maka mbak bilang tadi; ngadepin ginian mah biasa-biasa aja! Nggak usah dimasukin dalam hati! Tetep aja adek dengan karakter yang slow, terkendali, dan nyaman dalam situasi apapun! Adek mesti yakini; ketika ada masalah, disitu ada peluang! Dan semestinya nggak mengeluh kalo ada masalah, tapi liat dan manfaatkan peluang yang tersaji dihadapannya!” ujar Dinda.

“Tapi kan nggak semudah itulah, mbak! Kalo hati galau, kan susah mikir bagus juga! Lagian, kalo sama tandemnya aja sudah nggak percaya, kan repot juga! Adek nggak ngerti kenapa temen itu pilih main sendiri ketimbang oper-operan bola dengan adek!” ucap Gilang.

“Ya, masing-masing orang kan punya pikiran, dek! Gitu juga tandem adek itu! Nggak usah nerka-nerka apa penyebabnya! Karena bisa banyak faktor yang buat dia bersikap begitu!”

“Kira-kira nurut mbak apa ya alasannya?!” sela Gilang.

“Kira-kira, bisa aja karena tendangan adek kalah menggeledek dengan dia! Jadi dia nggak yakin kalo bola dioper ke adek, bakal bisa ngegolin! Atau bisa juga karena kemampuan adek dibawah dia, maka dianggep adek malah jadi bebannya aja! Yah, banyaklah faktornya, mbak nggak berani mastiinnya!”

“Terus gimana adek mesti bersikap dengan kondisi kayak gini, mbak?” tanya Gilang.

“Nyantai ajalah, dek! Tapi tetep terukur! Adek mesti liat kesempatan jangka panjang! Jangan remehin setiap kesempatan! Kalahkan rasa ragu dan takut! Terus gelorain semangat dan ambisi! Karena dengan adanya ambisi, adek punya kekuatan buat ngalahin semua rintangan dan ngebuat keajaiban!”

“Jadi harus tetep punya ambisi ya, mbak?!”

“O iya, dek! Wajib itu! Karena dengan punya ambisi, adek bisa terus maksimalin potensi diri! Dengan miliki ambisi, adek akan terus mau belajar dan tidak cepat puas! Terus berjuang, karena tidak akan ada yang mengasihani!”

“Wah, memotivasi sekali ucapan mbak sore ini! Jadi adek nggak boleh lembek karena soal tandem ini ya, mbak?!” kata Gilang.

“Jangan pernah lembek dalam jalani kehidupan ini, dek! Jack Ma, big bos Ali Baba, bilang; Kita harus mau bersusah payah, itulah satu-satunya cara untuk sukses! Jika tidak miliki passion yang kuat, kita tidak akan bertahan, bahkan satu hari pun! Nah, adek jangan galau oleh perilaku tandem! Teteplah jadi diri sendiri!” tutur Dinda, terus memompa semangat Gilang. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *