0 views

Soal Genderuwo

“MBAK, genderuwo itu apa sih? Kok seminggu ini kata itu rame dibincangin di media sosial?! Komentarnya pun macem-macem!” tanya Gilang pada Dinda saat makan,  malam tadi.

“Mbak juga nggak tau pasti apa itu genderuwo, dek! Tapi bude pernah cerita kalo genderuwo itu sejenis makhluk halus, biasanya hidup di wilayah yang banyak pohon bambunya! Direrimbunan pepohonan gitulah!” sahut Dinda.

“Emang masih ada ya makhluk bernama genderuwo itu, mbak?!”

“Ya nggak tau, dek! Kalo bude pernah cerita; genderuwo itu biasanya gangguin anak-anak yang malem-malem masih main di deket pepohonan bambu! Bahkan katanya, kalo ada anak yang disenengi, si anak akan disembunyiin sama itu genderuwo! Ilanglah anak itu! Baru dilepasin kalo orangtuanya ngasih saji-sajian gitu! Bener nggaknya, mbak sendiri nggak tau, dek! Itu juga, kata bude, dia dapet cerita dari temennya waktu masih kecil dan tinggal di daerah terpencil di Jawa sana!”

“Kalo soal genderuwo itu bisa dibilang kisah mistis di zaman baheula, kenapa sekarang rame dibincangin ya, mbak?! Kan anak-anak zaman now nggak paham sama itu makhluk halus?!” ucap Gilang.

“Gara-garanya yang nyeletukin kata genderuwo itu kan Pak Jokowi, dek! Presiden kita! Kalo yang ngomonginnya orang biasa, ya nggak bakalan serame inilah! Lagian, sekarang kan emang masa kampanye! Jadi, apa aja yang diceletukin capres-cawapres pasti dibahas dan dikomentari!” kata Dinda.

“Emang maksud Pak Jokowi itu apa dengan ngebawa-bawa makhlus halus bernama genderuwo itu, mbak? Emang Pak Jokowi pernah punya pengalaman disembunyiin genderuwo ya?!”

“Pak Jokowi bilang janganlah memainkan politik genderuwo! Politik yang nakut-nakutin! Yang buat resah dan ketidakpastian! Dia pake kata genderuwo itu sebagai simbol ketakutan yang tak jelas apa sebabnya, gitu lho! Nyadur dari kisah keberadaan genderuwo bagi bocah-bocah di desa pada zaman dulu! Biar mereka nggak nakal! Nggak main sampe malem-malem di tempat-tempat yang nggak semestinya! Cuma kan oleh banyak orang langsung dikembangin kemana-mana! Yang ironisnya, minor itulah arahnya! Padahal maksudnya baik! Mengingatkan agar semua anak bangsa berpolitik yang adem dan penuh kepastian! Kalo soal apa pernah Pak Jokowi berurusan langsung dengan genderuwo saat masa kecil di Solo, ya mana mbak taulah, dek!” kata Dinda.

“O gitu to asal-muasalnya, mbak! Pantes aja jadi rame gini ya! Karena dikaitin dengan urusan politik! Apapun itu, yang pasti nama genderuwo jadi terkenal dan familiar sekarang! Anak-anak zaman now yang nggak tau apa itu genderuwo, jadi cari-cari tau! Rame-rame buka youtube! Ternyata banyak makhluk halus yang dulunya hidup bareng bersama manusia ya! Yang entah sekarang ada dimana!” ujar Gilang.

“Nggak usah jadi penasaran terus mau tau apa sekarang ini genderuwo itu masih ada, dek? Sebab, nggak ada yang bisa nyeritain gimana sosok makhluk halus itu yang sebenernya!”

“Jadi nggak jelas bentuknya si genderuwo itu kayak mana ya, mbak? Kalo kayak kuntilanak kan banyak orang yang bisa gambarin sosoknya! Kalo genderuwo, beda-beda orang ceritanya! Bahkan, beda wilayah, beda pula ceritanya! Gitu ya, mbak?!” kata Gilang.

“Kalo kata bude sih gitu, dek! Cerita genderuwo di daerah Jawa Timur dengan di Jawa Tengah misalnya, pasti beda dalam gambarin sosoknya! Yang sama ya itu tadi; genderuwo itu nakutin bocah-bocah ndeso yang masih dolanan di waktu-waktu yang nggak semestinya dan di tempat-tempat rerimbunan pepohonan! Utamanya di daerah yang banyak pohon bambunya!”

“Jadi sebenernya soal genderuwo ini nggak selayaknya terus dibahas ya, mbak?” sela Gilang.

“Mestinya ya gitulah, dek! Mosok di zaman now kita semua jadi serius ngebahas soal makhluk halus! Kelamaan ngomongin soal genderuwo, malah bawaan kita jadi parno aja! Takut pada sesuatu yang mak jelas!” tutur Dinda sambil tertawa. (¤)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *