0 views

Soal Informasi

“MBAK, kok susah bener ya cari data soal lahan pertanian kakao dan kopi di daerah kita? Padahal kelompok adek besok harus kumpulin kertas telaahannya!” kata Gilang, petang tadi.

“Ya tinggal buka website organisasi perangkat daerah (OPD) terkait aja sih, dek? Nggak perlu susah-susahlah! Ini kan sudah era informasi, semua info maupun data mudah didapetin!” ujar Dinda.

“Sudah adek cari sama temen-temen satu kelompok sejak kemarin-kemarin, tapi nggak update websitenya, mbak?!”

“Emang nggak bisa dibuka apa gimana websitenya, dek?!” tanya Dinda.

“Bisa dibuka sih, mbak! Cuma datanya ngeraguin! Kayaknya nggak update dengan perkembangan! Kan OPD selalu berinovasi, terus gulirin program-program, tapi kok datanya itu-itu aja! Makanya bingung, mau cari datanya kemana lagi?” ucap Gilang.

“Emang mau buat telaahan apa sih, dek?”

“Kelompok adek disuruh buat telaahan perkembangan, potensi, dan prospek tanaman kopi juga kakao di daerah kita, mbak? Nurut guru, jenis tanaman itu bisa kembangin ekonomi kaum petani dengan baik ke depannya! Tapi nyari datanya nggak dapet-dapet!”

“Dateng aja ke kantor instansi terkait aja, dek?! Minta data-datanya!” Dinda menyarankan.

“Aduh, mbak! Kayak nggak paham dunia birokrasi aja! Malah ribet tau! Apalagi adek sama temen-temen yang minta data! Nggak bakal dikasihlah! Kalopun dikasih, waktunya pasti berhari-hari!” sela Gilang.

“Maksudnya gimana sih, dek?!”

“Urusan dengan birokrasi pemerintah itu kan njelimet, mbak! Lempar sana, lempar sini! Apalagi kami anak-anak SMP yang dateng minta data! Sudah kebayang kalo nggak bakal dilayani, mbak!”

“Jangan pesimis gitu dong, dek! Nggak semua birokrasi kayak gitu kok! Banyak juga yang mau ngelayani keperluan masyarakat dengan baik!”

“Ya, mungkin ada yang gitu, tapi bisa dihitung dengan jari, mbak! Padahal kalo website masing-masing OPD itu selalu update kegiatannya, nggak perlu susah-susah ya?! Masyarakat yang butuhin informasi terbantu, pegawai di instansi itu juga nambah ringan kerjaannya!”

“Itulah masalahnya, dek! Urusan informasi data pembangunan di kita emang sangat lemah! Dari 42 OPD di lingkungan Pemprov Lampung misalnya, paling cuma 10 yang punya website aktif!” kata Dinda.

“Kok masih gitu ya, apa alasannya, mbak?!”

“Kalo kata Pak Chrisna Putra, faktor utamanya ke SDM, dek! Sumber daya manusia di OPD yang nggak siap! Sudah gitu, kelengkapan sarana prasarananya juga belum menunjang! Jadi ya emang kompleks masalahnya! Wajar kalo adek nyari data yang sesederhana ini aja susah bener!”

“Jadi, nyari informasi soal tanaman kopi dan kakao ini kemana dong, mbak?!” ucap Gilang.

“Tanya aja pada rumput yang bergoyang, dek?!” sahut Dinda sambil tertawa. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *