1 views

Soal Snorkling

“MBAK, apa sih enaknya main snorkling itu! Kayaknya mbak sama mama demen banget deh! Sampe-sampe rasanya belum mau ninggalin pantai kalo nggak nyelem ngeliat indahnya dalem laut!” kata Gilang, sore tadi.

“Asyik tau snorkling itu, dek! Kita bisa tau apa aja yang ada di dalem laut! Mulai dari tumbuhannya, karang-karangnya, sampe ke ikan-ikannya! Kalo main ke pantai nggak nikmati keindahan yang ada di dalem lautnya ya ngapain!” sahut Dinda.

“Dari tepian pantai kan juga bisa nikmati gelombang lautnya, mbak! Terus berarakan! Tiada henti! Itu semua kan juga indah!”

“Ya, bagi orang¬† yang nggak suka snorkling, ngeliat ombak aja emang sudah nikmat, dek! Indah dan berkesan! Karena emang baru sebatas itu mahamin indahnya laut! Tapi bagi orang-orang yang sudah tau bahwa laut itu punya beragam keindahan lain, ya snorkling itulah jawabannya!”

“Jadi mestinya kalo pas wisata ke pantai harus snorkling ya, mbak?!” tanya Gilang.

“Ya nggak harus juga sih, dek! Semua kembali ke diri kita sendiri aja! Kalo kita pengen nikmati sesuatu yang lebih, ya nggak ada salahnya snorkling! Nyelem sambil ngeliat apa isi dalem lautan!” ucap Dinda.

“Dengan lakuin snorkling kita dapetin pengalaman beda, gitu ya mbak?!”

“Setidaknya ya gitulah, dek! Kalo ngeliat ombak, kan kapan aja bisa kita nikmati selama kita wisatanya ke pantai! Tapi masak iya, cuma gitu-gitu aja yang kita liat dan nikmati! Itu namanya kita nggak punya keinginan buat berkembang! Hidup ini kan mesti terus menuju ke arah yang lebih baik! Nambah pengalaman, wawasan, dan pergaulan!”

“Jadi, mbak sama mama selalu bermain snorkling kalo ke pantai itu bukan sekadar cari sensasi baru aja ya?!” sela Gilang.

“Dibilang cari sensasi baru juga nggak salah sih, dek! Secara lahiriyah emang banyak kita temuin hal-hal baru dan unik kalo snorkling itu! Yang susah digambarinnya dengan gamblang, kecuali kita sendiri yang lakuinnya! Tapi, tentu Tuhan memberikan pelajaran buat kita dengan apa yang diadakan-Nya dalam lautan! Ini yang mestinya kita sadari sebagai makhluk Tuhan!” kata Dinda.

“Maksudnya gimana, mbak?!”

“Sebagai makhluk, kita kan mesti selalu sadar kalo nggak ada yang tanpa nilai apa aja yang diadain oleh Tuhan, dek! Tinggal gimana kita bisa ambil pelajarannya aja! Lautan itu kan nggak pernah sepi dari ombak! Selalu beriringan! Bawa semua benda di sekitarnya ke tepian! Laut itu bersihin dirinya sendiri dari berbagai kotoran di tubuhnya lewat gerakan ombak yang tak pernah berhenti! Kotoran apapun akana dipinggirkannya ke tepian pantai! Ini pelajaran juga lho, dek!” ujar Dinda.

“O gitu ya, mbak? Jadi benda apapun yang ngapung di permukaan akan nepi pada waktunya ya?!” kata Gilang.

“Pastinya ya gitu, dek! Maka nggak usah heran kalo di tepian pantai banyak benda terpapar dibawa ombak dari lautan! Karena pada hakekatnya, laut itu akan bersihin dirinya sendiri dari hal-hal yang nggak selayaknya ada disana!”

“Tapi kalo ombaknya tinggi ditambah angin kenceng, kan serem juga, mbak?”

“Ya kalo itu sih alamiah aja, dek! Tapi dibalik seremnya ombak, di dalem lautan banyak keindahannya! Maka adek sesekali main snorkling! Biar tau kalo dibalik ombak tinggi dan menyeramkan itu tersimpan pesona yang amat menawan! Itulah kehebatan Tuhan kasih pelajaran buat makhluk-Nya yang berakal!”

“Jadi, dengan snorkling itu kita juga dapet pelajaran kehidupan ya, mbak?!” kata Gilang.

“Ya harus gitu, dek! Apapun yang ada di langit dan di bumi ini diciptain Tuhan buat kita ambil pelajarannya! Nggak sekadar seneng ngeliat yang indah atau kagum aja! Persoalannya: sering kali kita lupa kalo semua itu ada yang ngebuatnya! Yaitu Tuhan Seru Sekalian Alam! Dengan ber-snorkling, kita akan diingatkan betapa nisbinya kita di alam fana ini! Sekaligus nyadari kalo yang hakiki itu hanyalah Sang Pencipta!” tutur Dinda sambil merancang agenda akhir pekan nanti mau ajak Gilang snorkling di kawasan wisata pantai di Pesawaran. (¬§)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *