Muhammadiyah Dirikan Poskor Zona Aman Bencana

HARIANFOKUS. com – Bencana yang melanda Provinsi Lampung dan Banten sejak Sabtu (22/12/2018) malam, membuat Muhammadiyah Lampung menggelar tanggap darurat dengan mendirikan Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Lampung Selatan. Seiring meningkatnya status Gunung Anak Krakatau (GAK) dari level 2 ke level 3, Poskor yang awalnya didirikan di SMP Muhammadiyah 1 Rajabasa dialihkan ke Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung Selatan di Kalianda. Sedang SMP Muhammadiyah 1 Rajabasa dialihkan menjadi Pos Pelayanan (Posyan).

Hal tersebut disampaikan oleh Ahsanal Huda ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Provinsi Lampung.

Huda mengatakan, terkait bencana Tsunami yang menimpa Lampung Selatan, Muhammadiyah Lampung Selatan sejak minggu siang telah menggelar tanggap darurat One Muhammadiyah One Response. Kemudian menggalakkan semua elemen Organisasi Otonom Muhammadiyah dan Warga Muhammadiyah untuk mendirikan Poskor di Zona aman bencana.

“Sejak hari Senin (24/12/2018) Dapur Umum poskor sudah melayani 1000 bungkus setiap harinya, untuk tim kesehatan sudah melakukan pelayanan kesehatan di kamp pengungsian, sedang Tim Asessment sudah mendata keperluan yang dibutuhkan warga pengungsi, seperti Hygiene Kit,” sebut Huda, Sabtu malam (29/12) dalam keterangan rilisnya.

Selain Hygiene kit, Huda menambahkan bahwa keperluan warga pengungsi membutuhkan women kit dan baby kit. Karena menurut Huda ada warga pengungsi yang memiliki bayi berusia 7 bulan bahkan 3 hari.

“Sampai Hari ini kami sudah membagikan Hygiene lebih dari 1000 paket, Baby kit 800 paket, Women kit 1000 paket,”ucap Huda.

Selanjutnya, hasil dari TIM Assessment yang menggali kebutuhan di warga pengungsian yang bermukim di pegunungan, bahwa banyak warga yang menempati tenda kurang layak. Seperti ada dalam satu tenda pengungsian ditempati 2 Kepala Keluarga dengan 12 jiwa.

Perlu diketahui bahwa jenis pengungsi ada tiga jenis. Pertama pengungsi di Gedung, pengungsi ini menempati sekolahan dan kantor kecamatan. Kedua pengungsi dirumah warga dan ketiga pengungsi di pegunungan. Pengungsi jenis ini menempati kebun masing-masing yang terdapat di pegunungan Rajabasa

“Poskor Muhammadiyah Lampung telah memberikan bantuan terpal untuk didirikan tenda. Sebanyak 20 tenda telah didirikan di pengunungan tempat warga pengungsi,” tutup Huda.(HF)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *