52 views

Bicara Topeng

“… BUKA dulu topengmu.., buka dulu topengmu…” Penggalan lagu yang dinyanyikan Ariel Noah itu jadi backsound video ucapan Selamat Memasuki Ramadhan yang ada di gadget Dinda.

“Kok backsound nyambut puasa pake lagu itu sih, mbak? Nggak cocoklah!” kata Gilang, komentari video Dinda.

“Nggak cocoknya dimana emang, dek? Kan nggak mesti backsoundnya lagu-lagu keagamaan! Yang pentingkan makna yang kita sampaikan!” jelas Dinda.

“Ya emang nggak musti lagu bernuansa agama, mbak! Cuma kan kebanyakan orang pasti pake backsound lagu-lagu begitu! Baiknya sih ikuti yang banyak aja!”

“Improv kan nggak dilarang, dek! Lagian, yang penting itu pesennya! Dan nurut mbak, jadiin video ini dengan backsoung lagu itu lebih pas! Lebih mengena! Lebih jadi perhatian orang!” urai Dinda.

“Emang apa alasannya pake lagu buka dulu topengmu itu, mbak?!” tanya Gilang, penasaran.

“Nah, tertarik juga kan adek..?! Sudah mbak duga! Kalo ketemu orang-orang yang nggak takut ekspresiin sesuatu yang beda dengan kebanyakan yang orang lakuin, apa yang mbak buat ini emang menarik, dek!” ucap Dinda sambil tertawa.

“Udah kasih tau aja kenapa mbak pake backsound lagu Ariel itu?” sela Gilang.

“Jadi gini lo, dek! Disadari atau nggak, kita kan lebih sering bertopeng dalam keseharian! Sebaliknya, kita lebih sedikit tampil apa adanya sesuai kepribadian kita!” kata Dinda.

“Maksudnya gimana sih, mbak? Emang kapan mbak pake topeng, apalagi sampai berganti-ganti?!”

“Aduh, adek! Maksudnya bukan pake topeng beneran kayak pas mentas di acara drama sekolah! Maksudnya itu, kita lebih banyak nutupin siapa kita yang sebenernya, kepribadian kita yang sesungguhnya, karena kita pengen selalu bisa tampil perfect dalam pergaulan dengan komunitas manapun!”

“Jelasinnya pake bahasa yang gampang dipahami aja sih, mbak? Adek nggak mudeng lo!” kata Gilang.

“Jadi gini lo, dek! Misalnya mbak ini ya? Mbak ini kan termasuk males bantu-bantu mama di dapur! Tapi pas diajak makan di rumah temen, mbak ubah itu! Mbak ke dapur, ikut nyiapin masakannya! Ikut sok sibuk jugalah pokoknya! Itu kan mbak ibaratnya pake topeng, dek! Tampil bukan dengan kepribadian mbak yang sebenernya!” kata Dinda panjang lebar.

“O gitu to, mbak? Contoh lainnya pake topeng itu apalagi ya?!”

“Banyak contoh lainnya, dek! Dan orang tampil dengan topeng-topengnya itu hampir sebanyak apa aktivitasnya!”

“Kasih contoh lagi donk, mbak?!” kata Gilang.

“Ini baru mbak liat di medsos, dek! Istri seorang pejabat nge-share menu buka puasa dari hari pertama sampai masuk malem takbiran! Si ibu itu lagi pake topeng, dek! Sebab semua tau, kapan dia punya waktu buat masak?! Selain ya nggak eloklah, masak istri pejabat ngadepin Ramadhan yang diduluin nge-share urusan makanan?! Berarti kan puasa itu cuma pindah waktu makan aja!” ujar Dinda.

“Terus kaitannya buka topengmu itu dengan bulan Ramadhan, apa sih, mbak?!”

“Bulan Ramadhan itu kan masa pencucian dosa, dek! Masa bagi kita buat perbaiki diri, introspeksi diri, dan penyatuan dimensi kemakhlukan dengan ke-ilahian! Jadi ya kita harus hadir dengan diri kita yang sebener-benernya! Tinggalin topeng-topeng yang selama ini kita pake dalam keseharian! Ajakan tampil sesuai jati diri itu yang mbak niatkan lewat backsound itu, dek!” kata Dinda lagi.

“O gitu ya maksudnya! Tapi kan nggak mudah juga lepasin topeng kalo selama ini sudah terbiasa pakenya, mbak! Apalagi bisa aja justru dengan bertopeng itulah kebanyakan kita dapetin kesenengan?!” kata Gilang.

“Ya emang nggak mudah ngebuka topeng itu, dek! Perlu kesadaran dalam jiwa kita sendiri! Tapi kalo mau Ramadhan ini berujung ketakwaan yang kita dapetin, mau nggak mau ya harus buka topeng-topeng itu! Sudahi bermain drama kolosal yang tak sesuai dimensi kemanusiaan kita sendiri! Sadari kalo ini saatnya kita tampil dengan wajah apa adanya di mata Tuhan!” jelas Dinda.

“Dan nurut mbak, buka topeng itu yang lebih penting kita lakuin memasuki Ramadhan ini ketimbang share-share-an menu buka puasa ya?!” kata Gilang.

“Kalo nurut mbak, ya gitu, dek! Tapi kan semua kembali ke diri kita pribadi! Sebab, urusan puasa itu sepenuhnya jadi tugas pribadi kita dengan Tuhan! Dan yang pasti, Tuhan nggak suka kita pake topeng saat mempersembahkan amalan puasa buat-Nya!” kata Dinda lagi. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *