0 views

Bicara Harapan

“ALHAMDULILLAH..! Ada harapan baru buat hidup kita ke depan, dek!” kata Dinda saat baca surat kabar, pagi tadi.

“Harapan baru gimana maksudnya, mbak?” tanya Gilang.

“Kita kan sudah punya gubernur-wakil gubernur baru, dek! Sudah dilantik sama Pak Presiden! Sudah sah! Sudah berhak lakuin berbagai program pembangunan sesuai sama yang dijanjiin waktu kampanye dulu! Itu artinya ada harapan perubahan, perbaikan, dan kemajuan yang lebih baik, sistemik serta terarah!” ucap Dinda.

“O itu to maksudnya ada harapan baru itu, mbak?! Kirain harapan buat kita pribadi?!” sela Gilang.

“Kita kan bagian dari rakyat Lampung, dek! Semestinya ya kita harus ngerasa kalo harapan baru itu buat kita! Terlepas apakah pengaruhnya ada atau nggak buat kita pribadi!”

“Kalo nurut mbak, harapan apa yang paling ditunggu rakyat dengan pergantian gubernur-wakil gubernur ini?!” tanya Gilang.

“Mereka tetep dengan rakyat, dek! Tetep mau denger aspirasi dan harapan rakyat! Tetep nyatu dengan nafas dan nadi kehidupan rakyat! Dengan begitu, apa yang mau dilakuin ke depan bener-bener diterima dan emang bawa pengaruh positif buat kehidupan rakyat!” ujar Dinda.

“Kok utamain tetep deket dengan rakyat sih, mbak? Mereka kan tugas utamanya jalanin pemerintahan dengan baik?!”

“Justru itu, dek! Pemerintahan itu kan buat ngelayani rakyat! Ngopeni kepentingan rakyat! Jadi jangan sampe jauh dari denyut nadi kehidupan rakyat! Dengan begitu, otomatis roda pemerintahan akan terus berputar dalam siklus kerakyatan! Ini sebenernya hakekat pemilihan langsung oleh rakyat itu, dek! Kekuasaan sepenuhnya untuk kemaslahatan rakyat!” urai Dinda.

“Jadi nggak boleh terjauhkan dengan kepentingan rakyat ya, mbak?! Jangan nutup diri dari rakyat, gitu maksudnya ya?!” kata Gilang.

“Iya, itu kuncinya, dek! Harus sering-sering nongkrong dengan rakyat dari berbagai kalangan! Jangan terbiuskan oleh ninabobo segelintir orang aja! Kalo rakyat tetep ngerasa deket dan diperhati, realisasi program pembangunan kurang bagus pun nggak bakal dikritik abis-abisan!”

“Intinya tetep ambil hati rakyat ya, mbak?! Tetep duluin harapan rakyat dalam jalanin tugas sebagai gubernur-wakil gubernur yang baru?!”

“Ya harus gitu, dek! Apa-apa yang bagus dari kepemimpinan sebelumnya, utamanya yang langsung nyentuh kepentingan rakyat, selayaknya dipertahanin! Bahkan ditingkatin! Yang kurang bagus, ya diperbaiki! Sederhana aja kok sebenernya jalanin tugas ke depan nanti!” kata Dinda.

“Sesederhana itu, mbak?! Ngurus pemerintahan itu kan ribet sih, mbak?!” sela Gilang.

“Di birokrasi itu tata aturannya sudah jelas, dek! Lagian, gubernur-wakil gubernur sekarang ini kan emang sudah berpengalaman di dunia birokrasi! Pastinya penataan akan dilakukan dengan baik sesuai ketentuannya!”
“Misalnya kayak mana, mbak?!”

“Misalnya penataan personil aja ya?! Tentu bakal tempatin pejabat sesuai pangkat dan golongannya! Plus pengalaman dan kinerjanya! Pun evaluasi kebutuhan personil! Apa iya lazim, jumlah tenaga honorer jadi begitu banyak itu sesuai dengan kebutuhan! Masih banyak lagi deh pokoknya, dek! Nggak usah diurai!”

“Terus dengan harapan baru itu apa manfaatnya buat kita, mbak?!”

“Minimal kita tetep punya optimisme bahwa Lampung ke depan akan semakin berkembang! Jadi daerah yang maju! Perekonomian rakyat juga terus membaik! Pelayanan buat rakyat juga kian bagus!” kata Dinda.

“Jangan terlalu tinggi pasang harapan itu, mbak? Ntar nggak sesuai kenyataannya malah kecewa lo?!”

“Yang namanya harapan itu harus dipancangkan tinggi-tinggi, dek! Itu akan memacu semangat kita semua! Bahwa nanti kenyataannya nggak semua kita puas, ya emang tugas gubernur-wakil gubernur itu bukan buat alat pemuas, dek! Tapi ngebangun optimisme dan harapan hidup lebih baik dan berkembang untuk rakyat dan daerah kita! Kita doain aja, pimpinan yang baru ini tetep merakyat! Tetep nginjek bumi atau nggak lupa diri! Itu aja harapan mbak pribadi bagi gubernur-wakil gubernur yang baru ini! Selamat menjalankan amanah rakyat!” tutur Dinda sambil menyedekapkan kedua tangannya di dada. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *