1 views

Bicara Kegigihan

“KOK mainnya jelek bener gitu sih, dek! Kayak baru belajar nendang bola aja!” kata Dinda selepas nonton Gilang tanding sepakbola, sore tadi.

“Ujan itu sih yang buat adek nggak bisa ngembangin permainan, mbak! Lapangannya kan penuh air, jadi operan-operan juga nggak jalan! Ya emang nggak maksimal sih mainnya gara-gara ujan tadi itu!” sahut Gilang.

“Jangan nyalahin alam, dek! Kan kalo nggak panas, ujan yang dateng! Itu kan sudah biasa! Yang mbak liat sih, adek dan kawan-kawan nggak gigih dalam pertandingan tadi!”

“Nggak gigih gimana?! Wong keringet sampe ganti basah kuyup karena ujan aja kami tetep main serius kok, mbak?! Cuma karena lapangannya nggak nyerep air ujan, makanya bola nggak bisa dioper dengan baik! Sering berhenti sebelum sampe ke yang dituju!”

“Apapun kondisinya, kalo gigih, akan teratasi, dek!” ujar Dinda.

“Gigih kayak mana sih yang mbak maksud itu?!” tanya Gilang.

“Penuh semangat! Pantang menyerah! Menaklukkan kondisi di lapangan dengan cerdik! Tetep optimis! Penuh keyakinan! Itu bagian penting dari kegigihan, dek! Nah, hal-hal itu yang nggak mbak liat ada di tim adek waktu bertanding tadi!” Dinda mengevaluasi.

“Ya emang sih, gara-gara ujan, kami jadi kebingungan buat main dengan strategi yang sudah diarahin pelatih, mbak?! Tapi kami tetep semangat kok!” urai Gilang.

“Semangat emang penting, dek! Tapi menyesuaikan dengan kondisi di lapangan juga nggak kalah penting! Itu sebabnya, bagi pelatih yang piawai, dia pasti siapin beberapa strategi! Saat mau main, sebagai upaya psywar ke lawan! Saat melihat pola yang akan dimainkan lawan! Saat mulai permainan! Saat strategi nggak jalan sesuai harapan! Sampe ke saat memanfaatkan waktu yang tersisa dalam pertandingan! Itu semua ada trik-triknya!”

“Buat jalanin semua strategi itu apa kuncinya, mbak?!” sela Gilang.

“Kegigihan, dek! Liat aja waktu Perseru Badak Lampung lawan Barito Putra! Kan kebobolan duluan! Pelatih ubah sedikit strategi! Bisa menang 2-1!” ucap Dinda.

“Tapi akhirnya kan draw! 3-3, mbak! Lagian sebelumnya dua kali kalah! Kalah 0-1 dari PSIS dan 0-3 dari Bali United!”

“Iya, faktanya emang gitu, dek! Perseru Badak Lampung emang belum bisa ngejawab harapan masyarakat Lampung! Tapi lihat kegigihannya! Mereka punya modal itu! Dan pasti akan berujung bagus nantinya! Optimis ajalah!” kata Dinda.

“Jadi kegigihan itu amat penting ya, mbak?!” kata Gilang.

“Bener itu, dek! Makanya, bagi orang yang kalah dalam permainan misalnya, dia nggak pernah mau ngaku kalah! Sepanjang masih ada celah, dia akan terus berjuang! Kalopun akhirnya tetep kalah, dia cuma ngerasa; itu semua kemenangan yang tertunda aja! Persoalannya; seringkali orang gigih nganggep orang lain remeh, akibatnya suatu waktu, dia pun akan diremehkan oleh kegigihannya! Dan hal kayak gini, sering dialami orang-orang! Belajarlah untuk punya kegigihan tanpa meremehkan orang lain!” tutur Dinda sambil mengajak Gilang meninggalkan stadion. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *