15 views

Herman HN Kukuhkan TPAKD

HARIANFOKUS.com – Walikota Bandarlampung Drs. Herman HN, MM mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Bandarlampung pada Selasa (6-8) siang di Gedung Semergou.

Menurut Herman HN, tujuan dibentuknya TPAKD agar mendorong ketersediaan akses keuangan yang luas kepada masyarakat dalam mendukung ekonomi daerah serta menggali potensi anggaran daerah (PAD) yang dikembangkan dan disebarluaskan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan di daerahnya masing-masing.

TPAKD ini di pimpin oleh Sekda Kota Bandarlampung Badri Tamam yang terdiri dari OJK, LJK, Bank, OPD, dan Akademisi.

” Saya ingin tim ini berjalan baik, masalah permodalan UMKM, jika UMKM kekurangan modal kita jemput bola, kita cek di lapangan kita bawa ke bank, jika dia maju usahanya kita juga dapat imbasnya juga, pengangguran berkurang, kemiskinan berkurang dan ekonomi akan meningkat, keamanan juga terjaga,” kata Walikota Bandarlampung dua periode ini.

Selain itu untuk menyebarluaskan produk UMKM itu Herman HN meminta kerjasama antar tim dan semua pejabat terkait.

“Tim turun ke bawah, kerjasama dengan Lurah dan RT pasti tahu usaha kecil menengahnya, pasti banyak ini UMKMnya, dan pemasaran produknya melalui media online,” kata dia

Sementara, Ketua OJK Bandarlampung Indra Krisna menyatakan bahwa TPAKD untuk mempercepat akses Kredit atau akses masyarakat penempatan dana ke bank dan lembaga instansi keuangan lainya.

”Apakah akses itu dalam rangka bank menyalurkan kredit kepada pelaku mikro, atau bank mendapatkan dana, atau masyarakat menempatkan dananya mau kemana, ” kata dia

Menurut Indra dengan di bentuknya TPAKD bisa bekerja sesuai amanah Walikota Bandarlampung dan bisa memberikan kontribusi dengan daerah.

” OJK memberikan apresiasi dan terimakasih atas pengukahan TPAKD oleh Walikota, dengan adanya tim ini, masyarakat jadi tau kemana dia pergi kalau dia butuhkan uang untuk pinjaman dan kemana dia pergi kalau dia banyak uang untuk menyimpan uang,” terangnya.

Tim TPAKD ini akan memfasilitasi bank atau lembaga jasa keuangan dengan pelakunya UMKM dan lebih spesifik kepada pelaku Mikro dengan turun langsung kelapangan. (*/rif)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *