62 views

Pangkas Anggaran Pemprov Perlu Dikaji Ulang

HARIANFOKUS.com – Pangkas anggaran yang dilakukan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Lampung melalui surat perintah Sekdaprov dengan nomor surat : 903/1166/VI.2/2019 tertanggal  1 Juli yang diteken langsung Fahrizal Darminto, diminta DPRD untuk dikaji ulang. DPRD Lampung menilai selain dikaji ulang, pemprov juga harus mencari solusinya agar tidak main pangkas anggaran.

Disampaikan Ketua DPRD Lampung, main pangkas anggaran yang dilakukan oleh pemprov dapat mengganggu program yang sudah direncanakan.

“Harus dikaji bener, karena akan meganggu proses program-program yang sudah direncanakan. Kecuali kalau memang ada program kurang tepat atau memang defisit, jangan dilepas gitu aja harus dicarikan solusinya, misalnya dengan meningkatkan PAD (Pendapatan Anggaran Daerah),” kata Dedi, Selasa (6-8).

Pangkas anggaran, menurut politisi PDIP ini sah-sah saja, tapi sejatinya dilakukan rapat dengan DPRD dalam hal ini Badan Anggaran (Banang) terlebih dahulu.

“Supaya ada legalitas itu jelas, kalau memang ada itu hak-hak orang lain ya berikan, kalau itu hak Pemprov ya digunakan. Karena, APBD itu milik atau untuk dibiayai seluruh masyarkat Lampung,” ungkapnya.

Untuk saat ini, pangkas anggaran ini masih sebatas instruksi pemprov ke satker-satkernya untuk dikaji agar dilakukan rasionalisasi, setelah itu akan disusun dalam Raperda Perubahan APBD.

“Pada saat KUA-nya masuk, disitulah kewenangan kita membahas, antara Tim Banang DPRD dengan Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD). Sepanjang itu belum disampaikan ke DPRD, memang kita sejogyanya ketemu dulu, karena DPRD dan Pemprov inikan satu kesatuan yang tak terpisahkan,” paparnya.

Setelah dilakukan, pembahasan dengan DPRD tegas Dedi, baru ada legalitas dan menjadi kebijakan.

“Artinya, yang mana saja program yang dibatalkan, misalnya ada kerjaan yang belum dilelang atau ada kerjaan yang sudah dilelang dilakukan pengurang volumenya. Baru diketahui besaran anggaran masing- masing satker,” tandansya.(win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *