27 views

Patut Ditiru!! Datang Tampak Muka, Pulang Tampak Punggung

HARIANFOKUS.com – Pribahasa “Datang tampak muka, pulang tampak punggung.” dinilai sangat pantas disematkan ke politisi PKS Bandarlampung, Muchlas E Bestari. Di akhir masa jabatannya sebagai anggota DPRD Kota Bandarlampung, MEB begitu ia akrab dipanggil mengaku akan tetap konsisten mengabdi ke masyarakat.

MEB, memang tidak terpilih lagi sebagai anggota DPRD Kota Bandarlampung 2019-2024, tapi ia tetap legowo. Sebab, bagi dirinya “Pengabdian Itu Tak Terbatas”. Begitulah testimoni yang disampaikan penyususn buku, Isbedy Stiawan Z.S.

Isbedy adalah sastrawan senior sekaligus penyusun buku “Pengabdian Itu Tak Terbatas”, buah karya Muchlas E. Bestari, saat launching buku tersebut di ruang Fraksi PKS DPRD Bandarlampung, Kamis (8/8) pagi.

“Buku ini menggambarkan perjuangan nyata MEB selama 5 tahun menjadi wakil rakyat yang memahami kebutuhan masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Di mana, selama ini Muchlas dikenal vocal menyuarakan keinginan rakyat, baik secara konstituent maupun di media sosial,” kata Isbedy.

Menurut dia, buku ini juga terdapat banyak plot twist yang sangat tidak terduga dari sosok MEB yang belum diketahui banyak orang. Mulai dari biografi hingga kiprahnya yang luar biasa.

“Contohnya, perjuangannya menjadi seorang anak yatim sejak usia 9 tahun, perjuangannya membantu orang sakit, hingga penyelesaian permasalahan di Kota Bandarlampung,” tuturnya.

Sastrawan yang baru saja menyabet dua gelar sekaligus dalam lomba menukis cerpen tingkat nasional ini, juga menyampaikan, bahwa buku yang disusunnya ini merupakan upaya agar seorang politisi ketika tidak lagi duduk sebagai anggota dewan jangan pergi tanpa menampakkan punggung.

“Sudah selesai masa jabatannya selesai pula kiprah membangun daerahnya, jangan seperti itu”, ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut MEB pun memberikan tanggapan atas apresiasi yang diberikan.

Dirinya menyatakan tidak akan berhenti berjuang membantu masyarakat, khususnya Bandarlampung selepas dirinya berakhir menjadi anggota dewan pada 19 Agustus 2019 nanti.

“Membantu orang lain dan membangun Kota Bandarlampung itu ibadah, tidak terpilih kembali menjadi anggota dewan bukan akhir saya dalam dakwah, karena dakwah itu bisa lewat banyak hal. InsyaaAllah saya akan terus berjuang,” tandansya. (rif/win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *