127 views

Pelayanan Dokter dan Puskesmas Kecamatan Ngaras Disoal

HARIANFOKUS.com – Mutu dan sistem pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat disoal sejumlah warga.

Seperti yang terjadi belum lama ini, salah satu ibu rumah tangga, Abina mengaku kecewa atas pelayanan kesehatan yang diberikan oleh salah satu oknum dokter di Puskesmas tersebut.

Seperti diketahui, ibu rumah tangga asal Pekon Mulang Maya tersebut merupakan pasien diagnosa oleh dokter menderita Hipoglikemia atau gula darah.

Namun pada kali ini, beberapa hari yang lalu ketika dirinya kembali untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ngaras, namun sebelum mengalami drop pasien sempat cek kepada Dr. Yusuf, di Puskesmas Ngaras, dengan keluhan pasien dan merasa lemas.

Oleh Dr. Yusuf, pasien diberi tiga macam obat, kemudian pasien disuruh pulang. Setelah mendengar keterangan “R” dan anak kandung pasien bahwa ibu kandungnya hanya dipegang – pegang saja.

Sementara saat dikonfirmasi, Dr. Yusuf, melalui via telepon membenarkannya. Menurut ia, pasien pada saat cek, pasien mengalami kadargula mencapai 245 sehingga diberikan tiga macam obat sesuai SOP.

Berbeda yang disampaikan “R” bahwa kadar gula pasien saat diperiksa, masih dalam kategori standar/normal karena gula darah sewaktu, bukan gula darah puasa atau PP.

“Seharusnya pasien dengan keluhan lemas, tindakan terlebih dahulu diambil adalah, pemberian vitamin guna untuk pemulihan stamina/kekuatan fisik pasien, setelah stamina pasien pulih, baru, penanganan atas gula darah pasien,” ungkapnya.

Masih menurutnya, apalagi kadar gula mencapai 245 seharunya pihak Puskesmas Ngaras menyarankan untuk rawat inap.

“Ini malah dibiarkan saja pulang dengan dibekali tiga jenis obat rawat jalan,” kata dia.

Pihak keluarga dan masyarakat Kecamatan Ngaras, berharap kedepan tidak ada lagi penangan semacam ini, dan meminta kepada Bupati dan DPRD melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, untuk melakukan evaluasi agar sistim pelayanan di Puskesmas Ngaras benar benar seimbang sesuai harapan.

Sampai hari ini (24/9) salah satu warga yang bernama Sefta umur 6 tahun juga menjadi pasen Puskesmas sudah berjalan 2 (hari) dengan keluhan sakit panas dingin, namun belum juga ada tindakan atau pemeriksaan oleh dokter Puskesmas yang inisial DN dan saat dikonfirmasi nomor telepon si dokter tidak dapat dibubungi.

Salah satu keluarga pasien yang tidak mau disebutkan namanya menerangkan bahwa dokter puskes ini lebih sering mondar – mandir Bandarlampung dan sering sekali tidak berada ditempat.

Terpisah, Mat Muhizar anggota DPRD Pesibar, memastikan akan memanggil Kepala Pusket dan dokter yang bersangkutan untuk diminta klarifikasi.

“Ini layak kami minta penjelasannya di hadapan DPRD Kabupaten Pesisir Barat. Dan kami wakil rakyat harus mendengarkan keluhan rakyat bagaimana ini kedepan tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya. (azh/pau)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *