17 views

Bicara Konflik

“Ngopo to Mbak, wajah ayune kok mendung gini?!”

“Bete aja, Dek! temen-temen mbak di kelas kerjaannya konflik melulu! Kayak konflik sudah jadi hobi! Ada aja masalah! Jadi ngeganggu ketenangan dan kenyamanan saat belajar juga!” Sahut Dinda sambil melepas sepatunnya.

“Ya bagus kalau begitu, mbak! Berarti temen-temen di kelas mbak adalah orang-orang yang siap meraih masa depan yang penuh tantangan!” Kata Gilang.

“Apa hubungannya konflik dengan kesiapan meraih masa depan? Aneh pikiran Adek ini!” Sela Dinda.

“Yang namanya konflik itu bagian tidak terpisahkan dari diri dan kehidupan kita, mbak! Tuhan ciptakan kita kan memang berbeda-beda! Makanya pasti ada perbedaan keinginan! Perbedaan pemahanan juga perbedaan cara bersikap dan berperilaku!”

“Terus dimana kaitannya konflik dengan kesiapan meraih masa depan itu, dek?!”

“Kita sepakati dulu kalau yang namanya perbedaan itu normal, mbak! Tentu sepanjang diekspresiin dengan cara yang baik dan tidak ngerugiin siapapun! Dari perbedaan yang Sunnatullah itulah lahir konflik-konflik, mbak!” Urai Gilang.

“Nah, kalau sudah konflik kan akhirnya ngeganggu sekeliling, dek! Tahu sendirikan, gimana temen-temen mbak di kelas! Makanya mbak ngerasa nggak nyaman belakangan ini!”

“Kuncinya sederhana kok, mbak! Jadikan konflik itu sebagai sahabat! Bukan suatu ancaman! Buat konflik itu sebagai wahana pendewasaan! Bukan hal yang memberatkan!” Kata Gilang.

“Enak adek ngomongnya, jalaninnya kan nggak sesederhana itu! Apalagi kalau temen-temen lagi konflik, mereka minta mbak yang nengahi!” Ucap Dinda.

“Kehidupan dengan segala pernak-pernikanya memang nggak mudah dijalani dan ditaklukkan, mbak! Tapi nggak ada sesuatu apapun yang kita alami diatas kemampuan kita mengatasinya! Yakini aja itu! Dengan begitu, mbak akan tetap enjoy dsn survive! Apapun konflik yang ada, mbak hadapi dengan santai-santai aja! Karena mbak sudah anggap konflik sebagai sahabat! Bukan musuh! Apalagi ancaman!”

“Gimana nengahi kalau ada yang terlibat konflik, dek? Tanya Dinda.

“Allah sudah kasih rumusnya, mbak! Di AlQur’an surat At-Thalaqa ayat 6! … Dan musyawarahkanlah diantara kamu dengan baik! Pegang dan lakuin aja rumus itu! Pasti jitu!” Kata Gilang.

“Gimana kalau ada orang yang sengaja ngelola konflik buat kepentingan pribadinya dan nggak peduli orang lain jadi susah oleh ulahnya?”

“Berarti itu orang cerdas, mbak! Cuma nggak bisa nikmati ketenangan jiwa! Karena di jiwanya justru meletup-letup konflik yang nggak bisa dia kendalikan!” Ujar Gilang sambil tersenyum.
(*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *