14 views

Bicara Ketersentuhan

“Mbak, maaf bener ya! Tadi adek nggak bisa bantu mbak masuk aula untuk nyaksiin pentas seni! adek tahu mbak dateng sudah terlambat! mbak sudah jalan! balik arah! ke arah lapangan!” Kata Gilang pada Dinda.

“Nggak apa-apa, dek! mbak nggak nyalahin adek kok! lagian satpamnya orang baru! belum kenal dengan mbak! sudah, nggak usah dipikirin ya! mbak nggak apa-apa kok!” Sahut Dinda.

“Tapi gimanapun juga, adek nggak enak hatilah, mbak! adek sedih mandangi mbak jalan balik arah nuju lapangan! sampai nggak kerasa, air mata adek keluar, mbak! maaf ya, mbak” Ucap Gilang sambil meluk Dinda.

“Nggak apa-apa, dek! nggak ada yang salah kok! mbak dateng ke aula memang acara pentas seni sudah mau selesai! ditambah satpamnya orang baru, belum kenal dengan mbak! dibawa enjoy aja ya, dek!”

“Gimana juga adek tetep sedihlah, mbak! masak adek yang adain acara, malah mbak sendiri nggak bisa nyaksiin! ini bener-bener jadi pengalaman yang sangat tidak menyenangkan buat adek! adek tahu perasaan mbak, maka adek sedih bener!”

“Jangan baper gitu ah, dek! biasa-biasa aja ya! ada kalanya kita ketemu kemudahan, di lain waktu, kita disuguhi kesulitan! di pagi hari kita cerah ceria, bisa aja di sorenya kita bersedih! itulah kehidupan, dek! disyukuri aja yang ada!” Ujar Dinda.

“Iya, mbak! adek bangga dengan keluasan jiwa yang mbak miliki dan tampilkan selama ini! adek banyak belajar dari mbak! tapi kalau sudah menyangkut sentuhan ke hati, beda bener yang adek rasain mbak,” Kata Gilang.

“Emang sentuhan di hati itu gimana yang adek rasain?” Tanya Dinda

“Adek jadi sedih, mbak! adek ngerasa lemah! ternyata nggak setegar yang adek kira!” Jawab Gilang.

“Nggak apa-apa, dek! itu sangat manusiawi! ketersentuhan di hati emang munculin suasana haru, sedih, dan sebagainya! wajar-wajar aja itu semua! karena hakikat kemanusiaan adanya di hati! itu sebabnya kita musti pinter-pinter mengelola hati! dan kita harus bisa munculin ketegaran, ketangguhan, dan ketenangan dalam hidup keseharian!” Ujar Dinda.

“Tapi kan nggak mudah kita tampil tegar kalau kita alami kesentuhan hati, mbak?”

“Memang hidup ini tidak ada yang mudah, dek! bersyukur kita punya hati yang masih peka dengan ketersentuhan! karena di luaran sana, teramat banyak orang yang tidak punya hati! akibat seringnya mereka memanipulasi ketersentuhan yang dialaminya! adek tidak boleh kecil hati! malahan harus bangga! sebab masih bisa menikmati ketersentuhan di hati! keterenyuhan dari ketersentuhan itu tidak akan dibaca oleh orang-orang yang tidak punya hati!” Tutur Dinda. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *