15 views

Bicara Kekuatan

“Kok lemes gini sih dek! Emang nggak makan siang ya tadi!” Kata Dinda menyapa Gilang yang masuk mobil untuk pulang ke rumah dari sekolah, sore tadi.
“Capek aja mbak! Abis main futsal tadi! Mainnya agak over, jadi tenaga terkuras ! Untung sempet makan siang tadi ! Kalau nggak makan , jangan-jangan Adek jatuh di lapangan karena kelelahan !” Sahut Gilang sambil minum air mineral yang di sodorkan Dinda.

“Sudah tahu mau futsal yang menguras tenaga, harusnya Adek rutin minum suplemen ! Mama kan selalu siapin vitamin ! Adek harus disiplin dalam jaga kekuatan ! “

“ Adek kan selalu minum suplemen yang disiapin mama, mbak ! Nggak pernah telat Adek minumnya ! Cuma memang tadi main futsal ya agak over, jadi kerasa bener capeknya ! Kaya nggak ada lagi kekuatan Adek ! Jalan aja limbung gitu ! “Aku Gilang.

“ Makanya mbak bilang, Adek harus disiplin dalam jaga kekuatan ! Harus pinter dan cermat-cermat ngatur ritme gunainnya ! Jangan umbar kekuatan yang Adek miliki ! Ikut alur permainan lawan dengan seksama ! Jadi nggak kehabisan nafas ! ” ucap Dinda .

“ Memang perlu bener ya ngatur kekuatan , mbak? “ tanya Gilang .

“ Ya perlulah, dek ! Bahkan sangat perlu ! Dalam kondisi-kondisi tertentu, yang namanya kekuatan ini jadi sesuatu yang amat nentuin ! Banyak orang yang kelihatannya yang punya kekuatan tapi sebenarnya ringkih ! Yang keliatan nggak punya kekuatan , nggak tahunya punya daya tahan yang nggak di sangka – sangka ! “ tutur Dinda

“ Gimana caranya tahu kalau kita punya kekuatan apa nggak itu, Mbak ? Atau seberapa kekuatan yang kita punya ?” Ujar Gilang .

“ Sederhana aja , Dek ! Kita hadir dalam kehidupan dan menikmati semua ceritanya ! Setegar apakah kita ! Mengos-mengos apa nggak kita ! Semampu apa kita jaga keseimbangan lahirnya dan batiniyah kita ! Jangan pernah merasa takut dan kalah oleh keadaan ! Seberat apapun itu, nikmati aja ! Syukuri aja ! Karena Tuhan tidak akan kasih ujian di atas kemampuan kita menghadapinya !” Kata Dinda .

“ Jadi kekuatan lahiriah dan batiniyah itu letupannya dari kalimat keikhlasan kita ya, mbak ? “

“ Iya, bener itu, dek ! Kalau kita ikhlas dan tetap cermat dalam menilai pergerakan lahiriah disekeliling, kita tidak akan pernah kehilangan kekuatan ! Di tekan sedalam apapun kita, dihempaskan sekeras apapun kita, di ghibah sederas apapun, tak akan pernah buat kita takut dan kalah ! Dan ketika kita terus mampu menjaga kekuatan itu, maka kita akan tetap menang !”

“Gimana kalau kekuatan kita sudah dibaca lawan, mbak?
Tanya Gilang.

“Jangan pernah takut dengan itu, dek ! Karena banyak yang tidak terbaca oleh siapapun ! Yakini aja, kekuatan yang ada di diri kita hanya bisa tercerabut oleh kehendak yang kuasa ! Bukan oleh makhluk- Nya ! Siapapun mereka ! “ kata Dinda sambil menepuk-nepuk bahu Gilang. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *