16 views

Warga Rutan Adakan Maulid Nabi

HARIANFOKUS.com – Warga binaan Rutan Kelas 1 Bandar Lampung, Kamis (28-11) pagi mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Acara yang dihadiri jajaran pimpinan rumah tahanan terbesar di Lampung itu dipusatkan di Masjid Miftahul Jannah yang ada di kompleks rutan berlokasi di Way Huwi, Jatiagung, Lamsel, tersebut.

Kegiatan keagamaan itu diprakarsai warga binaan yang aktif dalam majelis taklim dan mendapat dukungan penuh dari pimpinan Rutan Kelas 1 Bandar Lampung. Kepala Rutan, Ronni Kurniawan, dalam sambutan yang disampaikan Welly, menyatakan rutan di tempat tugasnya yang seharusnya berkapasitas 700 orang, saat ini dihuni 1.290 orang. Namun over kapasitas ini justru semakin meningkatkan berbagai kegiatan oleh warga binaan, khususnya kegiatan keagamaan. Sehingga suasana di dalam rutan tetap nyaman dan penuh ketentraman.

Welly mengajak seluruh warga binaan di Rutan Kelas 1 Bandar Lampung untuk mengisi waktu yang ada dengan kegiatan-kegiatan positif. Dengan demikian selepas dari rutan, para warga binaan tetap akan dapat melanjutkan kehidupannya secara positif di tengah-tengah masyarakat.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti sekitar 250 warga binaan tersebut, juga hadir puluhan warga binaan dari Lapas Perempuan yang tergabung dalam majelis taklim di tempat penahanannya.

Acara yang berlangsung penuh suasana kekeluargaan itu diselingi dengan penyerahan sertifikat bagi 10 warga binaan Rutan Kelas 1 Bandar Lampung yang telah hafal juz 30 dari Alqur’an, yang disampaikan oleh pimpinan rutan, mulai dari Welly, Andi Gunawan, Syahril, dan beberapa lainnya.

Penceramah Ustad Anas menyatakan apresiasi atas aktifnya kegiatan keagamaan di Rutan Kelas 1 Bandar Lampung selama ini. Dosen UIN Raden Intan ini optimis ke depannya warga binaan akan banyak berbuat positif di tempatnya masing-masing.

Dijelaskan mengapa umat Islam memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, sebaliknya bagi umatnya yang diperingati adalah hari kematiannya. Karena sejak kelahirannya, Nabi Muhammad telah membawa kebaikan. Sebaliknya bagi orang biasa, yang menjadi ukuran adalah akhir dari kehidupannya.
Ustad Anas mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam menjalani takdir Allah SWT.

“Karena apapun yang dialami oleh manusia tak akan lepas dari yang telah ditentukan oleh Allah. Agar kita bisa terus dekat dengan Allah, salah satu kuncinya adalah ikhlas dalam menjalani kehidupan saat ini dan terus memperbaik diri hingga akhir kehidupan,” kata Ustad Anas.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di kompleks Rutan Kelas 1 Bandar Lampung itu juga dihiasi dengan tampilan grup marawis majelis taklim setempat, yang melantunkan solawat dengan sangat baiknya. (dnd)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *