28 views

FKIP Unila Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme Guru Hadapi Era Society 5.0

HARIANFOKUS.com – FKIP Unila bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung menggelar sarasehan pendidikan dalam satu rangkaian Dies Natalis FKIP UNILA ke- 52 pada hari kemarin, Kamis (16/1)

Dalam sarasehan ini memgangkat tema “Implementasi Empat Pilar Pendidikan Nasional Menuju Kebebasan Belajar di Era Society 5.0”.

Hadir tiga narasumber yang berkompeten dalam kegiatan tersebut, yakn Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, M.M. sebagai perwakilan pengambil kebijakan, Ketua Jaringan Sekolah Islam Terpadu Wilayah Lampung, Zulkarnain Hasan Kertamuda, S.Ag dari sisi praktisi pendidik, dan Dekan FKIP Unila Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd. sebagai akademisi.

Kemudian acara dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta sarasehan yang berasal dari kalangan akademisi, organisasi profesi, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupatan/kota seluruh Provinsi Lampung.

Dekan FKIP Unila, Prof. Dr. Patuan Raja, M.Pd menekankan bahwa peralihan otonomi pusat ke otonomi sekolah dalam manajemen pendidikan yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia memberikan implikasi kepada otonomi guru.

“Guru perlu kebebasan dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.Tentu saja otonomi guru ini akan terkait dengan profesionalisme guru,” ungkap Prof. Patuan Raja, M.Pd.

Dengan demikian kompetensi dan profesionalisme guru perlu menjadi fokus  utama pengembangan aparatur pendidikan.

Hal ini juga sejalan dengan penyampaian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Drs. Sulpakar, M.M yang menyampaikan untuk dapat mencapai kebebasan belajar peserta didik untuk menghadapi era society 5.0 diperlukan  performansi guru yang memiliki kemampuan tentang ilmu pengetahuan dan pemanfaatan teknologi, memiliki kedisipinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi, dan keikhlasan dalam melaksanakan tugas.

“Guru diharapkan dapat mengayomi peserta didik dan memberikan nilai-nilai positif terhadap peserta didik,” ujar Sulpakar.

Para narasumber pun sepakat bahwa sinergi yang baik juga perlu tercipta antara pendidik, peserta didik, orang tua, dan masyarakat diperlukan untuk dapat menciptakan kebebasan belajar peserta didik yang menjunjung tinggi karakter dan nilai budaya yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia. Sinergi ini pun diperlukan untuk membangun kepedulian social terhadap sesama dan lingkungan.

Oleh karena itu, FKIP UNILA dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi lampung telah sepakat untuk menjalin kerjasama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Lampung melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru di Provinsi Lampung. FKIP UNILA juga siap untuk merespon kebutuhan akan guru yang memiliki kompetensi yang unggul dan profesional dengan melakukan penyesuaian kurikulum dan membentuk forum LPTK seluruh Provinsi Lampung.(HF)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *