18 views

Bicara Penangkal Corona

“APA yang mbak peroleh setelah beberapa hari tawasulan? Berbagi pengalaman dong?!” kata Gilang pada Dinda.

“Banyak, dek! Banyak pengalaman yang mbak dapetin! But, not every part of your private live needs to be public!” sahut Dinda sambil tersenyum.

“Nggak gitu juga kali, mbak! Yang nanya ini kan adek sendiri!” sela Gilang.

“Intinya, kita mesti jaga keseimbangan hidup dek! Lahir batin harus seimbang! Apalagi saat ini kondisi lagi begini runyam! Diperluin pemahaman yang mateng untuk sikapi situasi! Dan hanya orang-orang yang punya keseimbangan lahir batin aja yang bisa meniti situasi parah ini dengan baik,” ujar Dinda.

“Maksudnya karena mewabahnya Covid-19 dan maksa kita harus hidup dalam sekat-sekat ini ya, mbak?! Yang nggak bisa lagi sesama anak bangsa keluar-masuk suatu wilayah dengan bebasnya?! Yang mudik pun dilarang dan nempatin kampung sebagai wilayah yang amat berharga sekarang ini!?”

“Iya, dek! Semua akibat virus corona itu! Situasi saat ini sudah amat parah! Kehidupan ekonomi rakyat hancur dan keamanan pun terancam! Kriminalitas ningkat! Dan belum ada yang bisa mastiin kapan wabah ini selesai! Kondisi kayak gini bisa ngancurin negara ini kalau pemimpin-pemimpin kita nggak punya keseimbangan lahir batin yang mumpuni!” tutur Dinda.

“Yang dimaksud keseimbangan lahir batin itu kayak mana sih, mbak?” tanya Gilang.

“Secara lahiriyah punya kemampuan buat nyiptain program-program minimalin dampak wabah ini dan bener-bener manfaat untuk rakyat kebanyakan! Bukan buat segelintir orang aja! Dia tahu persis kondisi sosial ekonomi rakyatnya! Secara batin dia punya kedekatan dengan apa yang dialami rakyatnya! Tahu persis bagaimana jeritan hati rakyatnya! Dan yang lebih penting dia mau ngajak kaum ulama dan umat untuk terus berdoa; memohon pada Allah agar wabah ini cepat dipunahkan!” urai Dinda.

“Jadi maksudnya harus tetep jaga hubungan dengan rakyat dan dengan Tuhan secara baik ya, mbak? Hablum minan nash wa hablum minallah-nya mesti imbang ya?!” kata Gilang.

“Bener itu, dek! Kita harus sadar sesadar-sadarnya, kalau mewabahnya corona ini karena Allah berkehendak demikian! Jadi penguatan buat program merapatkan batin dengan Sang Penentu Kehidupan juga wajib dilakuin! Insyaallah, Tuhan yang Maha Rahman dan Maha Rahim akan mengabulkan harapan kita, kalau kita semua sungguh-sungguh memintanya! Utamanya ya ikhtiar para pemimpin kita, dek! Mulai dari presiden, gubernur, bupati, walikota, camat sampai lurah! Dan tokoh-tokoh agama, serta kita semua sebagai rakyat yang beragama!”

“Kalau pribadi mbak sendiri, apa yang dilakuin buat ngindarin wabah Covid-19 itu?”

“Mbak nggak lepas wudhu, dek! Begitu batal, langsung wudhu! Selalu begitu yang mbak lakuin!” ucap Dinda.

“Kenapa wudhu, mbak?” tanya Gilang.

“Karena dengan wudhu, kondisi kita suci, dek! Bersih secara lahiriyah dan batiniyah kita juga terjaga!” jelas Dinda.

“Bisa jadi wudhu ini penangkal wabah corona ya, mbak?!”

“Mbak yakini begitu, dek! Karena wudhu itu kan perintah Allah untuk kita bersihkan diri sebelum solat! Kita ambil simpelnya, kalau kita bebersih sesuai maunya Allah, nggak bakal ada kotoran atau virus apapun yang berani ngedeket! Virus itu juga kan makhluk! Tentu dia tahu kalau orang berwudhu itu ikuti ajaran Sang Kholiq! Nggak bakallah dia berani macem-macem! Mikirnya sederhana gitu aja, dek!” urai Dinda.

“Kalau gitu, adek mau ikutlah, mbak! Mau terus dalam kondisi suci! Langsung wudhu begitu batal! Biar nggak kena wabah corona!” kata Gilang dengan serius.

“Kan sudah lama mama kasih tau soal ini, dek! Anak-anak ojo putus wudhu, kan gitu pesen mama! Dan lakuin wudhu itu lillahi taala, dek! Semata-mata karena Allah! Nanti Allah yang bakal singkirin segala yang nggak baik!” jelas Dinda.

“Kalau doa yang dibaca abis solat itu apa ya, mbak? Pernah mama ajarin tapi adek wis lali?!” ujar Gilang sambil nyengir.

“Dalam kondisi genting kayak gini, kata mama baca doa ini, dek! Yaa mufarriju farrij ‘anna, ya mufarriju farrij ‘anna humumana farjan ‘ajilan birohmatika yaa arhamar rohimin!” kata Dinda.

“Apa artine doa itu, mbak?!”

“Wahai Tuhan pelepas duka, lepaskanlah duka kami! Wahai Tuhan pelepas duka, lepaskanlah duka-duka kami dengan secepatnya, lantaran rahmat-Mu, ya Tuhan Yang Maha Pengasih!”

“Jadi wudhu dan doa itu ya mbak yang bisa nangkal wabah Covid-19?!”

“Insyaallah, dek! Itu ikhtiar batin kita! Ikhtiar lahiriyahnya ya ikuti arahan pemerintah! Kalau ikhtiar dan doa sudah kita lakuin maksimal, biar takdir yang bergerak sesuai Allah punya kehendak!” ucap Dinda seraya mengajak Gilang berwudhu. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *