16 views

Bicara Sesajen

“MBAK, ada temuan baru buat nangkal mewabahnya virus corona! Masing-masing kita nyiapin sesajen aja!” kata Gilang.

“Maksudnya nyiapin sesajen gimana, dek? Emangnya virus Covid-19 itu sebangsa genderuwo atau kuntilanak, yang takut sama sesajen? Jangan sembarangan kalau ngomong!” sela Dinda.

“Polanya kayak sesajen atau ngebakar dupa gitu lo, mbak! Tapi yang disiapin atau dibakar bukan kemenyan dan sebangsanya buat ngusir makhluk halus! Polanya aja yang sama! Jangan mikir mistik melulu makanya!” sela Gilang.

“Jadi apa yang disiapin dan dibakar sebagai sesajen buat ngusir virus Covid-19 itu, dek? Coba jelasin yang terang benderang gitu lo?!”

“Siapin aja tembakau dan garem! Terus dibakar! Asapnya diyakini bisa nangkal kerjanya corona kalau si virus ada di sekitar rumah kita!” ucap Gilang.

“Yang bener dulu kalau ngomong itu, dek! Jangan asal-asalan aja! Adek tahu dari mana soal sesajen tembakau dan garem itu emangnya?!” kata Dinda. Penasaran.

“Ini serius lo, mbak! Yang punya metode kayak sesajen ini juga bukan orang sembarangan! Dia seorang dokter! Bukan dukun!”

“Coba adek jelasin aja yang gamblang!” Dinda melanjutkan.

“Yang punya ide ini namanya Rasmono. Seorang dokter yang tinggal di Bondowoso, Jawa Timur. Nurut dia, dengan pengasapan oleh bakaran tembakau dan garem akan bisa menonaktifkan virus! Karena bakaran itu mengandung antiseptik!” jelas Gilang.

“Emang si dokter itu ngadopsi dari mana sampai lahirnya ide seperti itu, dek? Bisa dipertanggungjawabin nggak secara ilmiah?” tanya Dinda.

“Kalau nurut yang adek baca di media online, dokter Rasmono bisa lahirin pola sesajen itu setelah ngadopsi hasil penelitian Prof dr Sutiman Bambang Sumitro dan dr Gretha Zahar tahun 2015 lalu, yang terbukti bisa nangkal mewabahnya virus flu burung, mbak!” tutur Gilang.

“O gitu, dek! Jadi secara ilmiah dan ilmu kesehatan bisa dipertanggungjawabin ya! Kirain mbak, karena berpola sesajen atau kayak ngebakar dupa, lebih ke itung-itungan mistiknya!” ujar Dinda.

“Nggak gitulah, mbak! Ini sesajen yang secara ilmiah dan dari sisi ilmu kesehatan juga bisa dipertanggungjawabin! Justru ini penangkal virus corona yang berkearifan lokal!”

“Si dokter Rasmono itu yakin polanya ini ampuh ya, dek?!” kata Dinda.

“Yakinlah, mbak! Karena sebagai ahli kesehatan, dia pakai literatur dan pengalaman dari hasil penelitian yang sudah terbukti keampuhannya! Dia yakin, dengan tembakau dan garem yang dibakar bersamaan akan terjadi pengasapan yang bisa musnahin virus corona yang ada di sekitar rumah kita!” kata Gilang lagi.

“Boleh juga dicoba pola sesajen ini ya, dek! Kita kan wajib terus ikhtiar dengan berbagai cara untuk ngatasi wabah Covid-19 ini!” kata Dinda.

“Nggak ada salahnya dicoba emang, mbak! Lagian nggak mahal-mahal amat buat nyiapin bahan sesajennya! Sambil kita terus berdoa; agar Allah segera musnahin virus mematikan ini! Sebab kalau terlalu lama kita terkungkung oleh sebaran virus ini, kehidupan sosial ekonomi makin parah, kejahatan meningkat dan keamanan pun terganggu! Harus kita akui, kondisi negeri kita saat ini sudah bener-bener sulit! Jangan sampai virus corona tak juga ketanganan, malah sesama anak bangsa terancam perpecahan! Akibat terjebak dalam sikap saling salah menyalahkan!” kata Gilang. Kali ini dengan wajah serius. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *