26 views

Bicara Koneksi

“ADEK, apaan buat status diinstagram kayak gitu? Deket Lebaran malah ngomongin koneksi! Nanti disangka orang mau minta THR lo?!” kata Dinda pada Gilang.

“Adek nulis itu nggak ada urusannya sama THR-lah, mbak! Lagian ngapain ngarepin itu, emang siapa kita? Lihat apa-apa itu jangan negatif aja mikirnya! Emang apa salahnya adek nulis soal koneksi!” balas Gilang.

“Jadi maksud adek apa dengan nulis itu?” tanya Dinda.

“Adek kan nulis gini ya: we all need connection and i like connection! I live for connection!” kata Gilang.

“Iyo, terus artine opo, dek?!” sela Dinda.

“Kita semua butuh koneksi dan saya suka koneksi! Saya hidup untuk koneksi! Maksute, kita semua ini sebagai makhluk sosial butuh hubungan, mbak! Nggak bisa hidup sendiri! Kalau pake bahasa agama: hablum minan nash! Paham?!” urai Gilang.

“Maksud adek nulis itu apa? Nggak mungkinlah tak bermaksud?” tanya Dinda.

“Ya untuk sekadar ngingetin aja kalau kita semua saling butuhin! Jangan mentang-mentang! Juga jangan ngerasa disingkirin! Biasa-biasa ajalah lakoni kehidupan ini! Karena kita saling berkoneksi! Saling berhubungan!” tutur Gilang.

“Itu kan omongan globalnya, dek! Yang mengarah gitu lo?!” kata Dinda.

“Adek nggak ngarah kemana-mana kok nulis status itu, mbak! Mau-mau adek aja! Sambil pengen ngingetin kita semua kalo jaga koneksi atau hubungan itu penting! Dan itu buat kita semua! Sesama anak bangsa! Juga sesama makhluk Tuhan!” ucap Gilang.

“Apa karena lagi rame pro kontra soal solat Ied nanti? Ada yg minta solat aja di rumah tapi banyak juga yang bilang tetep aja solat di masjid atau lapangan?!” kata Dinda. Memancing.

“Wong solat sunnah aja kok diriwehin sih, mbak? Mau solat Ied di rumah ya monggo kerso! Mau di masjid atau lapangan ya silakan aja! Toh semua tanah ini kan masjid Allah! Ngapain ngabisin waktu debatin soal gituan!” kata Gilang.

“Atau karena dampak pandemi corona ini buat jutaan orang kehilangan pekerjaan? Karena itu adek perlu ingetin soal koneksi?!”

“Situasi dunia emang lagi nggak karuan sekarang ini, mbak! Karena itu jangan ditambah dengan pecah belah! Kita harus kuatin hubungan! Sadari akan perlunya ngejaga koneksi!”

“Sekarang ini kan banyak orang kecil hati, dek? Banyak yang sensitif! Ngerasa sendiri! Ngerasa nggak punya masa depan lagi?!” kata Dinda.

“Dengan kita pahami kalau hidup ini butuh hubungan, perlu koneksi, kondisi separah apapun tetep bisa dihadapi dengan tenang kok, mbak!” sahut Gilang.

“Gimana caranya mau tenang kalau hidup makin susah gini, dek?” ketus Dinda.

“Mbak harus inget, setiap kita punya cara sendiri untuk bertahan! Maju, berdiri dan survive! Kita masih bisa merangkak semampunya! Mintalah kekuatan pada Sang Pencipta! Sejatinya, siapa yang menanam pasti akan menuai karmanya!” ujar Gilang.

“Jadi hakekat koneksi yang sesungguhnya itu apa, dek?!”

“Terus jaga hubungan dengan Sang Pencipta, mbak! Ini yang utama! Terus berbuat dengan dan untuk sesama! Wujudkan nafas ke-Ilahian dan ke-makhlukan secara bersamaan! Pasti hidup kita akan indah pada waktunya,” tutur Gilang. Yang disambut Dinda dengan manggut-manggut dan melepas senyumnya yang meruntuhkan jiwa. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *