18 views

Bicara Gamang (1)

“MBAK darimana sih? Sejak siang pergi, pulang-pulang mau maghrib! Kirain buka puasa diluar,” kata Gilang.

“Mbak jalan-jalan aja, dek! Ngider! Ngabuburit istilahnya! Kalau mau bukber diluar ya pasti ngomonglah sebelumnya, dek! Nggak mungkin ngilang-ngilang aja,” sahut Dinda.

“Lha, kok malah ngider sih, mbak? Kan nggak boleh?! Lagian sekarang ini era sebaran virus corona lagi sengit-sengitnya lo?! Sehari ini aja ada tambahan yang kena serang virus itu 973 orang! Di Lampung sekitar 16-an orang!” ucap Gilang.

“Nggak usah khawatir, dek! Toh sekarang mal-mal, pasar, terminal sampai bandara juga sudah normal lagi kok! Kalau pun ada penambahan yang terpapar virus Covid-19 segitu banyak, ya sudah nasibnya aja! Mau gimana lagi!” kata Dinda. Cuek.

“Jangan nyepelein gitu, mbak! Urusan virus corona ini nggak main-main lo?” sela Gilang.

“Mbak nggak ngeremehin, dek! Mbak walau ngabuburit, tetep ikuti protokol kesehatan! Kan nggak salah? Jangan adek ikut-ikutan gamang ya? Cukup para petinggi negeri ini aja yang gamang!”

“Maksudnya gimana, mbak?” tanya Gilang.

“Kita sebagai rakyat nggak usah ikut-ikutan gamang soal corona ini! Ikuti aja ketentuan yang ditetepin pemerintah! Ngider nggak apa-apa juga sepanjang ikuti protokol kesehatan!” ujar Dinda.

“Yang mbak bilang petinggi negeri lagi gamang itu kenapa emangnya?!”

“Presiden Jokowi sudah keluarin titah! Bulan mei ini kurva sebaran corona harus mulai turun! Juni masuk posisi sedang! Bulan juli nanti kurvanya harus diposisi ringan! Itu titah Jokowi dengan penegasan target itu mesti diwujudin dengan cara apapun! Nah, karena titah itu, malahan buat jajaran pemerintahan dari pusat sampai daerah jadi gamang nggak karuan, dek!” urai Dinda.

“Kenapa gamang, mbak?” tanya Gilang.
“Karena nggak mudah wujudin titah itu, dek! Apalagi sekarang ini rakyat sudah bebas dalam aktivitasnya lagi! Nurut mbak, sebaran virus corona bakal terus ningkat!”

“O gitu? Kalau hitungan mbak, kapan kurva virus corona mulai turun?!” kata Gilang.

“Mana mbak tahu, dek! Nggak punya kemampuan mbak mengira-ngiranya! Tapi kalau nurut survei Singapore University of Technology and Desain (SUTD), pandemi virus corona di negeri ini baru berakhir oktober nanti!” jelas Dinda.

“Waduh, masih lama ya, mbak? Bakalan banyak kegamangan-kegamangan lagi dong?!” ucap Gilang.

“Pastinya gitu, dek! Perilaku gamang sudah jadi trend! Yang terbaru soal cuti bersama ASN, Polri, TNI dan pegawai BUMN! Sebelumnya tanggal 22 Mei mereka cuti! Tapi kemarin dicabut oleh SKB 3 menteri! Artinya mereka tanggal itu tetep masuk kerja!” kata Dinda.

“Kok cucuk-cabut gitu ya, mbak? Lagian emang bisa soal cuti bersama ASN diputusin lewat SKB 3 menteri? Mestinya kan pakai Keputusan Presiden, sesuai PP 11/2017?!” kata Gilang.

“Ya itulah, dek! Karena kita sekarang hidup di negeri gamang, nggak usah heran kalau urusan aturan pun jadi kacau-kacauan! Tabrak kanan-kiri! Yang penting buat aturan, biar dibilang semua petinggi negeri bener-bener kerja! Soal taat aturan atau beri manfaat nggaknya buat rakyat, itu urusan lain!” tutur Dinda sambil tersenyum. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *