122 views

Bicara Kesialan

“MBAK, sampai tengah bulan ini masih banyak ASN di Pemkot Bandarlampung yang belum terima gaji lo! Kasian amat ya mereka yang aparat pemerintah malah nggak jelas gajiannya!” kata Gilang, pagi tadi.

“Kok adek tahu soal gajian ASN terlambat gitu sih?!” sela Dinda.

“Kawan adek cerita, mbak! Dia bilang ayah dan ibunya yang ASN di Pemkot Bandarlampung belum gajian sampai minggu kemarin! Sebagian sudah terima di tanggal 9-an tapi mayoritas belum! Bisa jadi ya minggu-minggu ini gajiannya!” jelas Gilang.

“O gitu, dek? Kenapa kok gajian ASN sampai terlambat gitu lama ya, dek? Biasanya kan pas tanggal 1 mereka yang pelayan masyarakat dan abdi negara itu pasti sudah terima gaji!” ujar Dinda.

“Kalo kata kawan adek, cerita orangtuanya akibat ada ketentuan baru dengan persyaratan tambahan dari pemerintah pusat, mbak! Jadi perlu waktu buat lengkapi berkas tambahannya!” urai Gilang.

“Emang kalo mbak denger dari kawan juga, urusan perhatian bagi ASN di Pemkot Bandarlampung sering nggak jalan dengan baik kok, dek!”

“O gitu, mbak? Misalnya kayak apa ya?” tanya Gilang.

“Soal tunjangan kinerja alias tukin! Kabarnya sejak bulan Oktober tahun lalu sampai Februari ini belum dibayar! Berarti kan 5 bulan itu, dek!”

“Kok bisa gitu ya, mbak? Berarti penataan keuangan di Pemkot Bandarlampung selama ini nggak bagus dong kalo kayak gini!” sela Gilang.

“Mbak nggak ngerti detailnyalah, dek! Tapi kasat mata; kalo urusan gaji dan tukin yang jadi hak ASN aja amburadul gini penanganannya, berarti ya ada sesuatu yang nggak beres dalam soal ini! Lagian buat gaji aja kan ngandelin dana dari pusat! Kucuran dana pusat 80 miliar, yang 50 sampai 60 miliar buat ngegaji pegawai yang jumlahnya 12 ribuan orang!” ucap Dinda.

“Berat juga ya berarti ngebenahi keuangan pemkot ke depan ini ya, mbak?! Pak Herman HN yang emang sejak awal jadi pegawai negeri spesialisasinya di urusan keuangan aja ngalami kesialan justru di bidang keahliannya! Gimana kepemimpinan ke depan?!” kata Gilang.

“Semua orang pasti punya kesialan atau kelemahan, dek! Itu manusiawi! Lumrah-lumrah aja! Tapi itu nggak ngurangi penghormatan kita buat Pak Herman HN yang 10 tahun mimpin Bandarlampung dengan baik! Kita dukung kalo dia dikasih penghargaan sebagai Bapak Pembangunan! Faktanya emang banyak yang sudah dia lakuin buat rakyat dan kota ini!” tutur Dinda.

“Nurut mbak, dengan keterlambatan pembayaran gaji ribuan ASN di bulan Februari ini sebenernya kesialan buat Pak Herman atau siapa?!” tanya Gilang.

“Yang pertama ya kesialan buat Pak Herman HN, dek! Di penghujung pengabdiannya 10 tahun yang mencorong, ternodai dengan sesuatu yang sebenernya justru jadi keahliannya! Ngatur keuangan! Yang kedua, dengan keterlambatan gaji ini tentu yang sial ya 12 ribuan ASN dan 6 ribuan tenaga honor di Pemkot Bandarlampung-lah, dek! Kalo masing-masing mereka itu punya 2 anak aja, setidaknya ada 34 ribu orang yang kena imbas gara-gara lembonnya pejabat yang ngurus soal gaji itu! Dan tentu mereka semua menggerutu! Bahkan bisa aja bersumpah-serapah!”

“Dan kalo orang yang gantungin hidup dari kinerja kita sampai bersumpah-serapah, artinya kita telah menzolimi ya, mbak?!” kata Gilang.

“Itulah yang sering nggak kita sadari, dek! Kita tanpa sengaja telah berbuat zolim dalam kesialan! Atau bisa juga dibalik: sudah sial, zolim pula!” ujar Dinda sambil tertawa. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *