217 views

Mbak Nur Nelongso Di Tahanan, PDIP Cuma Mantau

HARIANFOKUS.com – Jalan panjang berliku penuh perjuangan berbalut kesedihan, harus dilalui oleh Hj. Nurhasanah, SH, MH, entah sampai kapan.

Anggota FPDIP DPRD Lampung yang beken disapa Mbak Nur itu, kini menjalani hari-harinya dengan nelongso di ruang tahanan Kejagung, Jakarta, karena tersandung kasus asuransi.

Mirisnya, mantan Ketua DPRD Lampung ini tak bisa berharap banyak dari koleganya di DPD PDIP Lampung, meski ia pernah menjadi sekretaris di partai besutan Megawati Soekarnoputri tersebut.

Mengapa begitu? Berikut pernyataan Wakil Ketua DPD PDIP Lampung Bidang Organisasi, Watoni Nurdin, dalam wawancara dengan Edwin Febrian, Senin (5-7) siang:

Bisa dijelaskan, apa yang dilakukan partai atas kasus yang membelit Mbak Nur hingga ia ditahan?

Yang pertama kami lakukan, saat mendengar beliau ditetapkan sebagai tersangka, kami melakukan rapat khusus membahas masalah yang membelit beliau.

Apa yang muncul dalam rapat waktu itu?

Dalam rapat tersebut ketua DPD (PDIP Lampung, Sudin, red) mengatakan, coba dihadapi saja Mbak Nur.

Langkah pendampingan secara hukum apakah juga disampaikan dalam rapat saat itu?

O iya dong. Saat itu kita tawarkan untuk pendampingan kuasa hukum. Tinggal beliau bersedia atau tidak.

Apa tanggapan Mbak Nur saat itu?

Mbak Nur bilang; mereka sudah ada penasihat hukum sendiri. Ya sudah, berarti mereka sudah siap menghadapi persoalan yang ada. Kan begitu.

Jadi sebenarnya partai siap mendampingi Mbak Nur, begitu?

Iya. Kami nggak main-main. Tapi karena beliau menolak karena sudah memiliki penasihat hukum sendiri, tentu harus kami hormati. Keputusan ini juga kami laporkan ke pimpinan. Dengan penawaran kami itu adalah bukti kami masih menghormati beliau. Mbak Nur kan masih kader PDIP, masih anggota Fraksi PDIP DPRD Lampung.

Setelah itu, apa yang dilakukan partai untuk mem-back up Mbak Nur?

Karena sudah mendengar dari beliau kalau sudah punya penasihat hukum sendiri, PDIP tidak lagi ikut campur. Tapi tentu tetap kami pantau perkembangan masalahnya.

Saat tahu Mbak Nur akhirnya ditahan, bagaimana reaksi Anda dan partai?

Jujur aja ya, kami semua kaget beliau sampai ditahan.

Kaget bagaimana?

Kami jadi bertanya-tanya; apa dan bagaimana kerja-kerja hukum penasihat hukum beliau yang sebenarnya? Kok bisa beliau ditahan begitu. Apa usaha penasihat hukumnya tidak maksimal atau bagaimana?

Terus upaya apa yang partai lakukan setelah Mbak Nur ditahan?

Kami berusaha komunikasi untuk mencari tahu prihal permasalahannya, kenapa beliau sampai ditahan.

Hasilnya?

Kami kesulitan dalam berkomunikasi dengan posisi beliau dalam tahanan. Tentu komunikasi menjadi tertutup. Kalaupun dilakukan, ya harus melalui pihak yang berwenang.

Ke depan, apa yang akan dilakukan partai untuk Mbak Nur?

Yang pasti, kami terus memantau perkembangan permasalahannya. Tentu nanti pimpinan akan mengambil langkah-langkah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *