96 views

Keputusan DPP PPP Dinilai Mencla-Mencle

HARIANFOKUS.com – Dewi Arimbi batal menduduki kursi Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Lampung. Kendati pada 3 Juni silam terpilih secara aklamasi saat digelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di Jakarta.

Hal itu sudah diprediksi oleh Azazi STGD, mantan Sekretaris DPW PPP Provinsi Lampung. Simak penuturannya tentang pembatalan itu kepada Edwin Febrian dari Fokus, belum lama ini.

Bagaimana menurut Anda tentang pembatalan Ibu Dewi Arimbi ini?

Terus terang saya sangat prihatin. Apalagi ini jelas terlihat ketidakberesan Ketua Umum dalam memimpin PPP.

Bisa dijelaskan secara detail ketidakberesan yang Anda maksudkan itu?

Lho, ini kan sudah jelas? Ibu Dewi Arimbi sudah dipilih secara aklamasi, lha kok dibatalkan lagi. Ini namanya kan mencla-mencle. Dari awal sudah tidak beres, akhirnya ya begini. Amburadul.

Apa alasan Anda mengatakan bahwa itu amburadul?

Karena pada 3 Juni itu sudah diselenggarakan Muswil di Jakarta. Sudah terpilih secara aklamasi, Ibu Arimbi Ketua, Supriyanto Sekretaris, sudah ketok palu sudah disahkan oleh tim formatur. Mestinya keputusan itu tidak boleh diganggu gugat. Tapi ini kan tidak?

Mungkin DPP ada alasan? (Terpotong)

Alasan apa? Wong sudah jelas tidak ada alasan yg jelas dari DPP ke kita, ke DPC-DPC. DPP itu semau-mau mengganti tanpa menggunakan aturan mekanisme yang jelas.

Maksud Anda tidak sesuai AD/ART partai?

Nah itu! Partai ini kan jelas ada juklak dan juknis. Bukan main kupas salak. Main cicip asem apa manis. Ini kan ngawur. Apalagi saya dengar sekarang teman-teman DPC menolak keras keputusan DPP.

Menolak bagaimana maksud Anda?

Menolak keputusan dan kesewenangan Ketua Umum DPP PPP. Jujur saja, walau saya sudah demisioner dari partai ini, saya katakan bahwa ini Muswil terburuk selama 30 tahun saya berkecimpung di partai.

Kalau Anda prihatin, apakah Anda tidak ingin membesarkan partai ini lagi?

Kalau Ketua Umumnya masih model begini, ogah saya! Ini apa model kepemimpinan begini. Main cucuk cabut kayak gitu, PPP ini ada aturannya. Ini sama saja mempermalukan Ibu Arimbi, padahal beliau itu mantan calon wakil bupati, juga pengurus IWAPI tingkat nasional. Janganlah dibegitukan.

Maksud Anda dibegitukan itu yang bagaimana?

Ya jangan dipermalukan. Ini kan terkesan dibuat main-main. Makanya saya nggak heran kalau banyak kader dibeberapa kabupaten meminta agar Muswil Ulang. Bahkan kalau saya jadi Ibu Arimbi, saya protes keras. Ini preseden buruk bagi partai dan sungguh memalukan!

Tadi Anda menyebut kader dibeberapa Kabupaten, kalau boleh tahu Kabupaten mana saja itu?

Ya, seperti eman-teman dari bandarlampung, pesawaran dan lampung barat. Banyak kader yang tidak puas dengan keputusan DPP itu. Bahkan sebagian cerita ke saya mau istirahat dari partai. Ya kalau masih begini, lihat saja suara partai tahun 2024 nanti. Kita buktikan sama-sama. Kalau kondisinya masih begini.

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *