33 views

3 Asisten Diturunkan Cuma Buat Nyegel Bakso Sony

HARIANFOKUS.com – Tampaknya Pemkot Bandarlampung benar-benar sakit hati atau marah besar pada Bakso Sony. Betapa tidak. Hanya untuk sekadar menyegel gerai bakso legenda Lampung itu sampai perlu menurunkan 3 orang yang menjabat sebagai Asisten Sekkot Bandarlampung.

Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Kota Bandarlampung, Senin (20/9) pagi, menyegel 12 gerai Bakso Sony, menyusul 6 gerai yang ditutup sementara sejak beberapa bulan silam.

Nah, untuk menyegel 12 gerai itu, TP4D membagi dalam tiga tim. Luar biasanya, setiap tim dipimpin oleh asisten.
Tim pertama, diketuai Asisten 1, Sukarma Wijaya. Tim ini, menyegel gerai Bakso Sony di Jalan Cut Nyak Dien, Imam Bonjol, Jalan Pemuda, dan Bakso Sony di Jalan Raden Intan.

Tim kedua yang dipimpin Asisten II, Khaidarmansyah, menyegel gerai Bakso Sony Menggoda di Jalan Sumantri Brojonegoro, Jalan Pramuka, Jalan Teuku Cik Ditiro, dan Jalan Cut Nyak Dien.

Sedang tim ketiga dipimpin Asisten III, Saraden Nihan. Tim pimpinan mantan Kakadepag Kota Bandarlampung ini menyegel gerai Bakso Sony di Jalan Gunung Rajabasa, Jalan Gajahmada, Jalan Yos Sudarso, dan Jalan Laksamana RE Martadinata.

Dengan disegelnya 12 gerai tersebut, berarti 18 gerai Bakso Sony yang berpusat di Jalan Wolter Monginsidi, Kota Bandarlampung, telah disegel semuanya oleh TP4D Kota Bandarlampung.

Kabid Pajak di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Bandarlampung, Andre Setiawan, menjelaskan, penyegelan ini merupakan tindakan tegas atas sikap pemilik Bakso Sony Group yang mengabaikan panggilan untuk melakukan klarifikasi terhadap potensi pajak dan optimalisasi penggunaan tapping box.

“Dari hasil pengawasan kita (BPPRD) Bakso Sony Grup itu mestinya setor pajak Rp 400 sampai Rp 500 juta/bulan, tapi yang disetor hanya Rp 120 juta/bulan. Kami undang mereka untuk melakukan klarifikasi, sekalian juga untuk menggunakan tapping box secara optimal. Tapi mereka tidak pernah datang,” kata dia.

Ia menegaskan, tindakan penyegelan yang dilakukan Senin (20/9) pagi itu, sudah melalui tahapan-tahapan. “Akhirnya kita mengeluarkan sanksi tegas dengan menutup sementara sampai Sony Grup memenuhi kewajibannya,” tambahnya.

Sementara itu beberapa warga Bandarlampung yang menyaksikan penyegelan mengaku heran dengan turunnya pejabat setingkat asisten mengomandoi pelaksanaan penyegelan gerai Bakso Sony.

“Ini para asistem pemkot apa nggak paham tupoksi ya? Masak mimpin penyegelan beginian. Yang nggak ngerti aturan itu asistennya apa yang merintahin,” kata Faisal, warga Wayhalim yang menyaksikan penyegelan gerai Bakso Sony di Jalan Gunung Rajabasa, Wayhalim.

Pensiunan ASN ini mengaku prihatin dengan pemberian tugas kepada asisten hanya untuk menyegel gerai pedagang bakso.

“Mereka (asisten, red) itu ngerendahin martabat jabatannya sendiri. Kalau saya diperintah diluar tupoksi, pasti saya tolak,” ucap dia.

Terang-terangan warga Wayhalim ini menilai ada “sesuatu” dibalik begitu ngototnya pemkot menutup gerai Bakso Sony.

“Kalau sekadar urusan pajak, nggak bakal segila ini yang dilakukan aparatur pemkot. Apalagi yang senior dan paham aturan. Saya menduga, ada sesuatu dibalik ini semua. Hanya saya nggak tau apa,” sambung dia. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *