52 views

Khidmat Jamus Kalimosodo pada Warga Perdesaan

HARIANFOKUS- Paguyuban Musik Jamus Kalimosodo yang digawangi Syamsyul Arifien, mulai mengembangkan garapan ke ranah yang lebih luas. Jika sebelumnya sebatas pada pentas hiburan warga, komunitas yang terletak di Desa Metro Kibang, Lampung Timur itu mulai konsen berkhidmat dalam gerakan sosial kemasyarakatan.

Pentas pada Rabu (16/9) malam, menjadi momentum dimulainya aksi Jamus Kalimosodo di ranah itu. Selain memberikan hiburan musik ala Jamus, paguyuban itu menghadirkan dr. Wahdi, S.POG. dokter ahli kandungan asal Kota Metro yang langsung memberikan penyuluhan seputar tingginya angka kematian ibu dan bayi.

Tingginya AKI itu, menurut dr. Wahdi menjadi ancaman bagi kehidupan warga, terutama di perdesaan yang proses persalinan dan melahirkan, belum mendapat yankes memadai. Ditambah minimnya pengetahuan masyarakat.

Yankes atau pelayanan kesehatan, menurut Wahdi, penting bagi warga perdesaan. Selain itu, pemahaman atas kondisi persalinan juga wajib diketahui pasangan suami istri muda. “Banyak kasus, penyebab kematian persalinan karena pendarahan pada proses dan pasca persalinan,” kata dia.

Beberapa warga merespon antusias diskusi di Rumah Hati itu. Termasuk Danramil Metro Kibang, terlihat hadir.

Syamsul Arifien pada harianfokus.com menyatakan, kehadiran Jamus Kalimosodo yang lahir dan ada membersamai masyarakat desa, berusaha semaksimal mungkin bermanfaat bagi warga sekitar. “Tidak bisa memberi materi, minimal memberikan hiburan dengan hati dan berbagi pengetahuan,” kata Cak Sul, sapaan akrab Syamsul Arifien, Kamis (17/9) pagi.

Diwawancarai melalui masangger, Cak Sul menjelaskan, warga sekitar juga antusias ikut diskusi. Ia menjelaskan, acara yang bertajuk Ambengan itu, merespon masyarakat yang secara umum masih terbatas pengetahuan maupun informasi-informasi fundamental menyangkut kesehatan kehamilan dan persalinan. Demikian juga rendahnya semangat gotongroyongan dan kepedulian sosial dalam berdonor darah kepada sesama di berbagai kasus darurat penyelamatan nyawa pasien.

Hadir juga dalam diskusi itu Kepala Puskesmas Metro Kibang, Yusuf Wahyudi.(*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *