48 views

Seniman Lampung Disergap Salju Airport Schiphol Amsterdam

HARIANFOKUS.COM- Tiga seniman Lampung yang berkunjung ke Belanda, terjebak musim dingin. Ketiganya adalah Cerpenis Arman AZ, Penyair Isbedy Stiawan ZS dan Juperta Panji Utama. Duta Lampung itu keliling Belanda untuk memperkenalkan khsanah budaya sai bumi ruwa jurai, sekaligus mencari data-data seputar Lampung tempo dulu yang banyak tersimpan di berbagai perpustakaan. Selain itu, ketiganya juga berdiskusi dan baca puisi di hadapan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Rotterdam.

“Kami kedinginan, pukul 17.00 waktu Amsterdam kami keluar dari rahin airport internasional Schiphol Amsterdam. Di luar, dingin menyergap kami, rinai hujan salju yang dipecahkan angin. Menyusup dan menusuk tubuh kami,” tulis Isbedy Stiawan ZS lewat pesan ke harianfokus.com, Minggu (8/11) malam.

Isbedy, Arman dan Panji bahkan dipaksa mengetatkan jaket, melilitkan kain syal tebal di leher. “Dinginnya tak juga pergi,” kata dia. Bahkan, Arman AZ yang tak biasa bersolek mesti pula mengenakan syal dan tetap menggigil di suhu 5 derajat celcius tersebut.

Ternyata, bukan hanya di Indonesia. Menurut meraka, kereta intercity menuju Rotterdam pun terlambat. “Ah tak hanya di Indonesia, di negara bekas penjajah ini pun transportasi biasa ngaret alias terlambat. Budaya yang sulit dihilangkan. Ini berbeda dengan Malaysia ataupun Singapura, kedua negara yang dijajah Inggris,” kata Isbedy.

Naik di gerbong ekonomi kereta tersebut, mereka menjelaskan bertarif 12 euro atau setara dengan Rp.150 ribu.

Mereka juga berkesempatan diskusi tentang sastra di hadala  civitas akademika Universitas Erasmus, Rotterdam dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Rotterdam dengan presidennya Andie Wicaksono. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *