14 views

Umar Gagal Pimpin Tubabar

FOKUS- Setelah ditinggal eks Bupati Tubabar Bakhtiar Basri yang menjadi Wakil Gubernur Lampung, Pemerintahan Tubabar seperti timpang. Bupati Tubabar Umar Ahmad gagal menaikan pendapatan asli daerah (PAD) di kabupaten yang berjuluk Ragem Sai Mangi Wawai tahun ini, merosot Rp 13 Miliar dari APBD sebelumnya yakni Rp 902 Miliar.

 

Dalam Rapat Paripurna DPRD Tubabar dalam Rangka Pembicaraan TK II atas Raperda APBD Tahun Anggaran 2016, Kamis (26/11) di Gedung DPRD setempat seluruh fraksi menyatakan setuju tanpa memberikan masukan atas defisit anggaran.

Umar yang di wakili Wakil Bupati Tubabar, Fauzi Hasan dalam sambutannya mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi atas disahkannya Raperda APBD Tahun Anggaran 2016. Meskipun melalui pembahasan secara intens dan alot.

 

“Kesepakatan tercapai pada hari ini, tentunya dengan didasari komitmen yang sama untuk mempertahankan postur APBD yang pro-rakyat,” kata dia.

 

Dia menjelaskan, di 2016 pemkab akan memperkuat pengalokasian dana APBD untuk pembangunan infrastuktur, pendidikan, dan kesehatan. Dengan demikian diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat di Tubabar.

 

“Selain kita ingin menselaraskan program dengan pemprov, diharapkan juga mampu menaikan sistem ekonomi di Tubabar,” ujar dia.

 

Dengan disahkannya APBD 2016 sambung Mantan Kepala Bappeda Tubabar ini, menjadi konsekuensi bagi jajaran eksekutif dan legislatif agar bersama-sama mewujudkan serta mengawasi pelaksanaan atau penggunaan APBD.

 

“Tentunya tanggung jawab itu tetap dalam koridor fungsi, tugas,dan kedudukan masing-masing,” tegasnya.

Ketua DPRD Tubabar Busroni enggan berkomentar lebih banyak terkait defisitnya anggaran. (wan/jun).

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *