200 views

Aries Rekayasa dan Palsukan Foto Bareng Gubernur

Apa esensi sebuah foto?  Foto memang sebuah gambar, sebuah penyerupaan yang dihasilkan lewat proses yang dinamakan fotografi, ini akan “berdampak lain” jika di dalam foto tersebut ada proses rekayasa.

TERKAIT foto Ketua DPD Partai Demokrat Lampung HM. Ridho Ficardo dengan Cabup Pesawaran Aries Sandi, yang beredar di media sosial (medsos), Sekretaris Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad angkat bicara. “Perlu kami jelaskan bahwa foto itu rekayasa, alias diedit atau  dipalsukan,” kata Fajar, sapaan akrab Fajrun Najah Ahmad.

Lebih jauh, Fajar mengutarakan jika foto tersebut aslinya adalah saat Ketua DPD PD Lampung H. M. Ridho Ficardo bersama Cawalkot Metro, Sudarsono.

Foto tersebut diambil pada 24 Oktober lalu, di kantor DPD PD Lampung setelah M. Ridho Ficardo memimpin rapat terbatas dengan para calon yang diusung Demokrat untuk Pilkada 9 Desember mendatang. “Dalam Pilwalkot Metro, Sudarsono yang berpasangan dengan Taufik mendapat nomor urut 1.  Itu sebabnya ketua DPD PD Lampung menunjukkan angka 1 melalui jarinya,” kata Fajar pada harianfokus.com, Rabu (2/12).

Saat itu, lanjut Fajar, Ridho juga foto bersama para calon lain yang maju di daerah lain. Diketahui, Aries Sandi-M Yunus maju lewat jalur independen. Di Pilkada Pesawaran sendiri, Demokrat mengusung Dendy Ramadhona-Eriyawan. “Jadi sangat tidak mungkin beliau foto dengan calon yang tidak diusung PD,” katanya.

Sampai saat ini kami belum berfikir mengambil langkah-langkah terkait dengan foto palsu yang ramai di medsos dan jadi meme. “Kami tahu persis, perilaku memalsukan foto semacam itu adalah upaya-upaya untuk mendapatkan dukungan rakyat melalui cara-cara yang tidak elok,” kata dia.

Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Lampung H. M. Ridho Ficardo selalu berpesan, jelas Fajar, agar semua calon yang diusung Demokrat berpolitik secara santun, bersih dan cerdas serta taat pada ketentuan dan aturan yang berlaku dalam pelaksanaan Pilkada. “Karenanya kami amat menyayangkan bila ada pihak-pihak yang tidak menjaga etika dalam berpolitik. Sebab, berpolitik tanpa etika hanya akan membawa kesengsaraan rakyat,” kata dia. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *