9 views

Polda Siap Kondusifkan Pesta Demokrasi

Fokus- Pemerintah Provinsi Lampung bersama Polda Lampung terus berupaya melakukan situasi kondusif menjelang pemilu. Upaya itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan di 8 kabupaten/kota yang menggelar pesta demokrasi.

Dengan menggelar apel pengukuhan Kapolda Lampung, Brigjen Pol. Edward Syah Pernong mengatakan, bahwa pelaksanaan upacara gelar pasukan dalam rangka untuk menciptakan situasi kondusif saat pilkada serentak delapan kabupaten/kota pada 9 Desember 2015 mendatang.

Oleh sebab itu, kepolisian polda Lampung didukung beberapa instansi terkait dalam rangka melaksanakan kegiatan pergeseran pasukan guna pengamanan pilkada di Lampung.

” Pergeseran pasukan ini bertugas untuk mengamankan pilkada di 8 kabupaten/kota di Lampung,” kata Edward saat memberi sambutan saat upacara gelar pasukan di lapangan korpri, lingkungan pemprov Lampung, Senin  (7/12).

Ia menjelaskan, apel gelar pasukan ini merupakan sebuah kewajiban bagi anggota kepolisian Lampung. Sebab, para personel yang diterjunkan, baik kepolisian maupun TNI  bertugas untuk pengamanan pilkada akan menempati pos yang telah ditentukan.

” Maka semua kekuatan yang ada harus mengikuti kebijakan komandan setempat dan setiap anggota harus selalu berkodinasi. Sehingga dalam melaksanakan langkah-langkah sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur), baik tingkat Polres maupun TPS (Tempat Pemungutan Suara), ” ungkapnya.

Ia menjelaskan, para personel yang bertugas melakukan pengamanan saat pilkada merupakan tugas mulia.
Pasalnya, para personel pengamanan ini akan bertugas untuk mengawal proses demokrasi yang akan berlangsung serta mengawal dan mengamankan kotak suara, sehingga saat pembukaan dan penghitungan dapat secara objektif.

” Bagaimana kita menciptakan demokrasi ditengah masyarakat dengan memberikan kenyamanan saat pemilihan guna melahirkan pemimpin yang baik,” jelasnya.

Personel yang diterjunkan untuk pengamanan pilkada agar  memahami situasi aman dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat serta dapat menjaga prilaku saat bertugas dengan tidak menonjolkan sifat arogam maupun kaku saat berada ditengah masyarakat.

” Persegeran pasukan di titik TPS agar dapat menjaga keamanan dan bisa menjalin intersaksi yang baik dengan masyarakat. Karena ini proses demokrasi yang harus berjalan dengan memberi ruang untuk rakyat  agar nyaman dalam mencari sosok pemimpin yang baik,” bebernya.

Ditengah situasi pesta demokrasi selalu ada oknum yang ingin mencari keuntungan, baik secara personal maupun kelompok. Oleh sebab itu diperkirakan akan ada hal menyimpang atau pencetus untuk membuat kericuhan saat pilkada mendatang. ” Tugas saudara dari awal untuk meredam agar tidak terjadi kericuhan dengan
mengambil langkah persfektif,” imbuhnya.

Ia menghimbau, supaya para personel dapat mengedepankan netralitas dan bukan hanya dengan kata-kata saja tetapi berbeda dengan perbuatan. Karena, kehadiran personel pengaman pilkada bertugas membuat suasana sejuk, aman, nyaman, agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan jangan sampai mencederai demokrasi.

“Jangan memihak ke pihak A atau B maupun C, tetapi dapat mengedepankan independen sebagai aparatur negara agar dapat menjalankan tugas dengan baik.
Selain itu, kalau personel yang bertugas tidak mengedepankan independen, maka akan muncul banyak permasalahan,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap personel yang bertugas pada setiap titik dapat melaksanakan tugas dengan baik, dengan mengamankan rumah- rumah agar terhindar dari tindak pencurian.
Kemudian, Sabhara beserta unsur terkait harus melaksanakan patroli dengan menelusuri setiap jalan.

” Kita mencipatak suasana dengan tidak menargetkan masyarakat kepada pencurian, karena mereka (pencuri) merupakan target polisi,” tandasnya. (fer)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *