84 views

Bimbel Hafara Janjikan Kesuksesan Peserta Didik

FOKUS – Sekolah gratis yang digadang-gadang oleh pemerintah saat ini ternyata menyimpan keraguan dihati orangtua murid,kurangnya kepercayaan orangtua terhadap pembelajaran yang ada di sekolah untuk dapat mencerdaskan anaknya, menjadi salah satu alasan kuat bagi mereka untuk mengambil jalur pendidikan diluar sekolah atau Bimbel,pasalnya Bimbel lebih menjanjikan terhadap kepandaian dan kesuksesan siswa dalam menghadapi UN ataupun SBMPTN.

Bimbel Hafara(Humanis,Fun,and Religious Academy) merupakan salah satu bimbel yang menjanjikan untuk kepandaian dan kesuksesan peseta didiknya dalam menghadapi UN ataupun SBMPTN, Bimbel yang telah berpengalaman lebih dari 10 tahun ini memiliki komitmen peserta didiknya harus bisa menjadi cerdas.

Dikatakan Aprilia Fitrianingsih,S.Pd, Kepala Cabang Bimbel Hafara Sultan Agung, bahwa pihaknya sangat berkomitmen dalam mencerdaskan peserta didik, terutama dalam capaian lulus UN dan SBMPTN.

“Kami sangat konsen terhadap UN dan SBMPTN,targetan awal kami yakni seluruh siswa kami bisa sukses menghadapi UN dan SBMPTN itu,”ungkapnya.

Ditambahkannya pula, bahwa dalam menjalankan pendidikan kepada siswa di Hafara, pihak hafara memiliki modul pengajaran khusus, yakni modul tentang kurikulum 2013 dan modul kurikulum KTSP. Perbedaan modul yang disiapkan karena adanya perbedaan diantara kedua kurikulum tersebut, dan keduanya tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

“Hafara tidak seperti Bimbel yang biasa, karena dalam pembelajaran kami mempunyai 2 modul yakni untuk Kurikulum 2013 dan kurikulum KTSP, jadi tinggal menyesuaikan dengan keperluan anak didik saja,”jelasnya.

Ditempat yang sama,Susi Susanti,Front Office bimbel Hafara menjelaskan, bahwa dalam satu minggu Hafara mempunyai 9 hari dalam proses belajar, dimana 3 hari adalah belajar full di dalam kelas, dan 6 hari sisanya bisa belajar kapan saja(siswa boleh sharing dengan tentornya walaupun bukan jam bimbelnya,Red).

“Kita mempunyai 9 hari dalam satu minggu,3 hari dipakai untuk full belajar di dalam kelas, dan 6 harinya bisa kapan saja sesuai keinginan mereka,”paparnya sambil tersenyum manis.

Terpisah,Erna, orangtua murid di Hafara mengaku, bahwa demi menunjang prestasi anak dan tidak mau anaknya gagal dalam UN dan SBMPTN dirinya rela merogoh kantongnya kembali untuk mengkursuskan anaknya di luar sekolah, hal tersebut karena dia merasa kuranmg yakin dengan pembelajaran yang diterima anaknya disekolah.

“Saya masih ragu dan kurang yakin terhadap pembelajaran yang diterima anak saya di sekolah, walaupun harus mengeluarkan dana kembali ya enggak apalah yang penting anak saya bisa pinter,”tandasnya.(adi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *