23 views

Soal Bayi, DPRD Panggil RSUD Pringsewu

HARIANFOKUS.COM – DPRD Pringsewu berencana memanggil manajemen RSUD Pringsewu, terkait perkara kelahiran bayi di dalam ambulans, lantaran tidak adanya dokter di rumah sakit pemerintah tersebut.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pringsewu Suherman mengatakan, pihaknya telah meminta pendamping komisi yang membidangi kesehatan, untuk melayangkan surat ke RSUD Pringsewu.

“Kami akan minta klarifikasinya. Karena terkait pelayanan RSUD Pringsewu, sudah banyak laporan yang masuk, lantaran tidak memuaskan. Jadi, bukan hanya soal bayi lahir di ambulans saja,” ujar Suherman, Selasa (22/12/2015).

Dia menambahkan, klarifikasi yang akan dilakukan guna mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi di RSUD Pringsewu. Sehingga, harap dia, dapat ditemukan solusi atas permasalahan yang sering muncul.

Sementara terkait waktu, Suherman mengaku masih belum bisa menentukan. Karena saat ini, DPRD masih melaksanakan reses.

Kemungkinan, tambah Suherman, pemanggilan untuk klarifikasi itu baru akan dilaksanakan pada pekan depan.

Sebelumnya diberitakan, Anak ketiga pasangan Sutari (39) dan Suharno (40) lahir di dalam ambulans Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu (RSUDP), Sabtu (19/12/2015) sekira pukul 22.15 Wib.

Beruntung, bayi perempuan dengan berat 2,4 kilogram (kg) dan panjang 47 centimeter itu lahir dalam keadaan selamat. Meskipun di dalam ambulans, tidak terdapat alat untuk pertolongan persalinan.

Cerita bermula saat Sutari, yang hendak melahirkan, mendatangi seorang bidan di Sendangrejo, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng). Suharno mengatakan, karena Sutari memiliki riwayat diabetes, bidan lalu merujuknya ke RSUDP.

Berbekal kartu BPJS Kesehatan, Suharno lalu membawa istrinya ke RSUDP Sabtu sekitar pukul 15.00 Wib. Istrinya pun dirawat di Ruang Kebidanan RSUDP

“Tapi begitu ganti shift malam, istri saya disarankan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM), Bandar Lampung. Alasannya, bayinya tidak mau maju,” kata Suharno, Sabtu malam.

Padahal, tambah Suharno, saat itu, jalan lahir bayinya telah masuk bukaan delapan. (Singgih/Tbn)

 

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *