42 views

Kelakuan Bunda Eva Mengundang Konflik

HARIANFOKUS.COM– Kelakuaan istri Walikota Bandarlampung Eva Dwiana atau yang lebih akrab dipanggil Bunda Eva bisa mengundang konflik horizontal terkait beberapa penghargaan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang didapatkannya, terutama istigasah dan tablig akbar yang dipelopori Pemkot Bandar lampung beberapa waktu yang lalu.

Pakar Unila Yusdianto mengatakan, sebagai pejabat publik Bunda Eva tak perlu “gila penghargaan”, apalagi masalah pengajian.

“Dia kan (Bunda Eva), merupakan istri walikota dan pejabat publik berdiri diatas semua golongan. Penghargaan MURI itu bisa menimbulkan perpecahan dan kecemburuan,” kata dia, Senin (9/5).

Dibeberkannya, diakui atau tidak diakui kelakuan Bunda Eva terkait Rekor MURI sudah menjadi buah omongan masyarakat Lampung, khususnya Bandarlampung.
“Bener lho ini sudah menjadi bisik-bisikan,” ungkapnya.

Terpisah salah satu warga Kemiling, EY (30 Tahun), menghimbau agar warga Bandarlampung mengusulkan Bunda Eva ke MURI agar Bunda Eva mendapatkan penghargaan sebagai wanita yang paling banyak memecahkan Rekor MURI.

“Jangankan pengajian, baca koran dan senam saja dapat penghargaan,” ujarnya.

Dia juga meminta PDIP Lampung untuk mengusulkan agar Bunda Eva maju Pilgub di DKI Jakarta atau Pilgub Lampung melawan incumbent M Ridho Ficardho.

“Kang Emil dan Bu Risma kan tidak berani melawan Ahok, coba tes Bunda Eva lawan Ahok. Kalau enggak maju lawan Ridho nanti. Bu Risma aja enggak┬á ada rekor-rekor MURI an,” ungkapnya seraya tersenyum. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *