39 views

Unik, Satlantas Polres Tanggamus Hadirkan Persidangan Di Tempat Razia

HARIANFOKUS.COM – Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Tanggamus kembali melanjutkan razia kendaraan bermotor yang bersandi operasi Patuh Krakatau 2016. Kali ini jalinbar Pekon Batu Keramat Kecamatan Kotaagung Timur yang dijadikan tempat berlangsungnya operasi pada kamis, 26 mei lalu.

Menariknya dalam operasi patuh yang memasuki hari ke 11 itu, para pelanggar dapat mengikuti sidang ditempat. Ya, Satlantas tepatnya di Pos Pantau Batu Keramat telah menyiapkan tenda dan meja sebagai tempat berlangsungnya sidang. Dalam sidang ditempat ini, dipimpin oleh hakim dari PN Kotaagung dan Jaksa penuntut dari Kejari Kotaagung.

Kapolres Tanggamus AKBP Ahmad Mamora melalui Kasatlantas AKP Endhie Pratama mengatakan, bahwa sidang ditempat Operasi Patuh Krakatau 2016 ini dilakukan serentak diseluruh polres se-Lampung. Tujuan sidang ditempat lanjut Endhie untuk memberikan pembelajaran kepada masyarakat, bahwa setiap pelanggaran akan dikenakan sanksi. “Sidang ditempat ini merupakan inisiatif dari Ditlantas Polda Lampung, dengan adanya sidang ditempat ini pelanggar dapat membayar denda langsung ditempat lebih cepat dan transparan,” ujar Endhie, Kamis (26/5).

Dalam operasi patuh 2016 kemarin, sedikitnya ada sebanyak 45 pengandara diberikan sanksi berupa tilang, rinciannya 43 sepeda motor dan dua pengendara roda empat. “Pelanggaran yang dilakukan mulai dari tidak memakai alat keamanan yang standar,tidak membawa surat-surat dan tidak membawa SIM,” terang Endhie.

Dijelaskan Endhie, selama gelaran Ops Patuh ini, Satlantas telah memberikan 1.332 surat tilang (hingga hari ke 11), kemudian untuk peristiwa kecelakaan lalulintas (lakalantas) dua kasus dengan satu korban meninggal dunia (MD).

“Selama gelaran Ops Patuh ini kesadaran masyarakat dalam berlalulintas sudah mulai kearah lebih baik, sebab dalam ops ini kami mengedepankan gakum. Harapannya, jangan patuh saat ada operasi saja, tetapi setiap hari, sebab keselamatan itu lebih utama,” pungkas Kasatlantas.

Sementara itu, Farid Zuhri Hakim tunggal yang memimpin sidang ditempat mengaku, jika proses sidang ditempat lebih cepat dari pada harus sidang kepengadilan. “Sidang ditempat ini merupakan permintaan dari Satlantas, kami kalau diminta siap saja, dalam memutus perkara, sesuai dengan pertimbangan hakim, denda yang dijatuhkan kepada pengendara minimal Rp50 ribu sampai Rp200 ribu, tapi mayoritas membayar denda Rp50 ribu karena tidak pakai helm atau tidak ada spion, uang denda selanjutnya diserahkan ke jaksa untuk disetor kekas negara,” kata Farid.(Odo)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *