15 views

Sakiri Akui Dibawah Kepemimpinan Handoyo Nasibnya Lebih Tragis

HARIANFOKUS.com-Piring plastik tidak terisi nasi putih. Lauknya hanya bermimpikan sepotong hati sapi dan tahu goreng. Setelah diraba-raba, Sakiri, 60 tahun, mengambil lauk hati dan kemudian melahapnya dengan sejumput nasi.

“Tidak enak lauknya, saya mau tahu saja. Mana tahunya?,” kata lelaki tua renta itu kepada wartawan harianfokus.com.

Dengan sigap, wartawan fokus mencari beberapa potong tahu yang berada di bawah timbunan nasi dalam bakul plastik itu.

“Ini tahunya, ini cabainya,” ujar wartawan fokus. “Lauk hatinya bawa pulang, kamu saja yang makan, aku makan lauk tahu saja,” Sakiri menimpali.

Sakiri yang sudah renta, tinggal di sebuah rumah tua bergaya bangunan tradisional. Rumah berdinding papan yang sudah keropos dan banyak terdapat sisa gigitan rayap ini berada di desa dwi warga tunggal jaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulangbawang. Rumah tak bersekat itu berlantai tanah. Atap seng sudah banyak yang bolong dan protol.

Gubuk Sakiri dikelilingi ratusan barang bekas dan sampah. Di dalam gubuk, tak ada perabotan apa pun. Hanya sebuah ranjang reyot lengkap dengan kasur lusuh dan beberapa bantal. Di samping kanan ranjang, ada setumpuk barang bekas dan setumpuk kayu bakar. Jaring laba-laba memenuhi setiap sudut ruangan dan langit kamar.

“Sejak dipimpin bupati yang baru Kehidupan saya semakin parah “ tutur Sakiri

Lanjutnya, dirinya selama dipimpin Bupati Hanan A Rozak dan Wakil Bupati, Heri Wardoyo dirinya belum sama sekali menerima bantunn.
“Sama sekali saya belum pernah menerima bantuan,” ujar pria yang sehari-seharinya mencari rongsokan.

Kepala Desa Dwi Warga Jaya dan Camat Banjar Agung, Sudirman tak berhasil dikonfirmasi soal nasib Sakiri. Saat didatangi ke rumah dan kantornya tidak berada ditempat. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *