37 views

HMI Cabang Balam Kutuk Penangkapan Sekjend HMI Pusat

HARIANFOKUS.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandarlampung mengutuk tindakan penangkapan paksa terhadap Ami Jaya (Sekjend PB HMI) dan pengurus PB HMI yang dilakukan oleh aparat kepolisian pada Senin malam (7/11). Pernyataan sikap ini disampaikan oleh ratusan kader HMI se- Kota Bandarlampung di Sekretariat HMI Cabang Kota Bandarlampung, Selasa (8/11).

Ketua HMI Cabang Kota Bandarlampung, Yefri Febriansah mengatakan, tindakan aparat kepolisian yang melakukan sweeping serta penangkapan secara paksa terhadap simbol orgnisasi HMI sebagai tindakan yang represif.

“HMI bukan teroris, HMI selalu mengutamakan idiologi dan intelektualnya dalam melakukan pergerakan. Sambil menunggu konsolidasi internal HMI se-Indonesia terkait langkah yang akan diambil maka kami menghimbau agar agar seluruh kader HMI se-Lampung untuk merapatkan barisan menuntut bebas Sekjen dan pengurus lainnya yang ditangkap,” ungkapnya.

Pernyataan sikap yang dilanjutkan dengan mimbar bebas itu, imbuh mahasiswa hukum Unila ini, menyarankan agar tetap waspada dan fokus mengawal penegakan hukum tentang dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur non-aktif, Basuki Tjahaja Purnama.

“Dalam hal ini Ami Jaya diduga seakan-akan telah melakukan tindak pidana. Apakah penangkapan sesuai dengan Pasal 17 KUHAP,” ujarnya.

Sekum HMI Cabang Kota Bandarlampung, Khoirul Anam menambahkan, penangkapan kader HMI Pusat yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya terkesan buru-buru dan tidak menghormati azas praduga tak bersalah.

“Seharusnya Polda Metro Jaya terlebih dahulu menggelar perkara untuk memastikan validitaas kronologis dan kekuatan alat bukti, baru diterbitkan surat pemanggilan,” ungkapnya.

Untuk itu, HMI Cabang Bandarlampung memberikan pernyataan sikap yakni, pertama, meminta Ami Jaya dan pengurus lainnya dibebaskan, kedua, meminta Polda Metro Jaya untuk meminta maaf kepada HMI melalui media massa, ketiga, HMI tidak akan terprovokasi atas pengkambing hitaman HMI, terakhir, usut tuntas kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Gubernur non aktif Basuki Tjahaja Purnama alias ahok. (win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *