12 views

Rawat Jalan

SELEPAS mendapat telepon, wajah Gilang kelihatan sumringah. Senyumnya mengembang.

“Siapa yang telepon sih, kok langsung adek senyum gitu?!” tanya Dinda.

“Dari Uti (nenek, red), mbak! Uti bilang, Kakung (kakek, red) sekarang sudah bisa rawat jalan, enggak rawat inap alias opname lagi,” jelas Gilang.

“O gitu ya..! Alhamdulilah kalau begitu, dek! Berarti Kakung makin membaik kondisinya setelah musibah kecelakaan waktu itu!” ujar Dinda.

“Tapi mbak, apa sih yang dimaksud rawat jalan itu? Tetap dirawat sama dokter tapi bisa jalan-jalan, begitu ya..?!” tanya Gilang.

“Bukan begitu maksudnya, dek! Rawat jalan itu masih dalam proses pengobatan tapi enggak perlu lagi opname, tinggal di rumah sakit! Pada hari-hari tertentu saja perlu kontrol ke dokternya!” urai Dinda.

“O itu sebabnya ya makanya ada mantan pejabat yang sedang ditahan terus waktu sakit bisa jalan-jalan keluar rumah sakit ya, mbak?!” kata Gilang.

“Bukan begitu, dek! Kalau itu sih jelas enggak bener! Tapi kan enggak mungkin yang bersangkutan bisa jalan-jalan keluar rumah sakit kalau enggak ada banyak pihak yang penuh pengertian, dek!”

“Maksudnya penuh pengertian itu gimana, mbak?”

“Ya saling mengerti saja! Semangat kemanusiaannya yang dikedepankan, dek! Jadi walau melanggar, ya enggak bakal kena sanksi siapa-siapa yang waktu itu memberikan sikap penuh pengertian tersebut!” kata Dinda.

Lho, bukannya kalau melanggar itu ada sanksi, mbak?!”

“Ya mestinya begitu, dek! Tapi yakin aja, enggak bakal ada yang kena sanksi dalam hal itu! Karena semangat kemanusiaan itu yang dikedepankan, dek!”

Wah, enak juga dong kalau begitu ya, mbak! Atas dasar kemanusiaan, melanggar standar operasional perawatan pun dimaklumi saja!”

“Kalau soal itu sih kecil, dek! Urusan rawat jalan ini juga mengait ke pembangunan jalan yang diikuti perawatannya! Misalnya, ada lho program pembuatan jalan, tapi enggak dikerjakan, e malahan ada juga biaya perawatannya! Banyak kejadian kayak gitu, dek!” ujar Dinda.

“Kok bisa didiamkan saja, mbak? Mestinya kan pihak-pihak pengawas pembangunan harus ungkap dong, ini kok enggak, mbak?!” ketus Gilang.

“Ya sama ajalah, dek! Atas nama semangat penuh pengertian dan kemanusiaan, hal-hal semacam ini dimaklumi saja! Tidak perlu dibahas apakah itu melanggar aturan atau tidak! Namanya juga sekarang ini eranya banyak orang sakit dalam proses perawatan jalan, dek!’ tutur Dinda sambil tersenyum. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *