21 views

Dinas PU Himbau Peran Aktif Masyarakat Jaga Infrastruktur

HARIANFOKUS.com – Dinas PU Tulangbawang minta kerjasama semua unsur elemen masyarakat untuk menjaga infrastruktur jalan dikabupaten setempat. Dengan begitu diharapakan pembangunan infrastruktur jalan yang sudah dibangun dapat bertahan lama.

Kepala Dinas PU Tuba, Ferly Yuledi (Bing) bersama Sekretaris PU Tuba, Haryanto menjelaskan, peran masyarakt sangat penting dalam menjaga infrastruktur jalan. Diakuinya, banyak jalan-jalan poros telah dibangun, namun kembali rusak karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaganya.

“Jalan akan baik dan bisa bertahan lama jika masyarakat mampu bekerja sama melarang maupun mengawasi kendaraan yang melebihi kapasitas tonase jalan untuk tidak melalui jalan tersebut, sebab rusaknya sejumlah jalan bukan hanya karena pekerjaan yang tidak baik, tapi terkadang karena kendaraan bermuatan melebihi kapasitas melalui jalan itu,” Jelas Ferly Yuledi diruang kerjanya, Jum’at (25/11).

Lanjut Ferly Yuledi, untuk ukuran tonase jalan sendiri, ditentukan dari milik siapa jalan tersebut. Maksudnya dalam pemeliharaan jalan itu masuk tanggung jawab siapa, apakah Daerah, Provinsi atau Nasional (Pusat). Sebab tonasenya berbeda-beda.

Jalan kelas I adalah jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2500 mm, ukuran panjang tidak melebihi 18000 mm dan muatan sumbu terberat yang diizinkan lebih besar dari 10 ton, yang saat ini masih belum digunakan di Indonesia namun sudah mulai dikembangkan di berbagai negara maju seperti Perancis yang telah mencapai muatan sumbu terberat sebesar 13 ton.

Jalan kelas II adalah jalan arteri yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi dari 2500 mm. Ukuran panjang tidak melebihi 18000 mm dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 10 ton. Jalan kelas ini merupakan jalan yang sesuai untuk angkutan peti kemas.
Jalan kelas III A adalah jalan arteri atau kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2500 mm, ukuran panjang tidak melebihi 18000 mm dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.

Jalan kelas III B adalah jalan kolektor yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2500 mm, ukuran panjang tida melebihi 12000 mm. dan muatan sumbu terberat yang diizinkan 8 ton.

Jalan kelas III C adalah jalan lokal dan lingkungan yang dapat dilalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2100 mm, ukuran panjang tidak melebihi 9000 mm dan muatan sumbu terbera yang diizinkan 8 ton.

“Untuk jalan daerah itu tonasenya sekitar 7- maksimal ton, sementara jalan provinsi tonasenya 18 dan jalan nasional tonasenya 35-maksimal, sehingga jika banyak kendaraan yang tonasenya melebihi kapasitas jalan itu, maka wajar bilamana cepat rusak atau berlubang,” urainya.

Ferly Yuledi. Hal seperti ini ada banyak solusinya, satu diantaranya, khusus jalan Daerah yang di kelola Dinas PU Kabupaten dapat saja dilakukan pemasangan portal pembatas oleh Dinas terkait lainnya maupun masyarakat sekitar.

“Sekarang kan sudah paham, sehingga saya harap jangan sampai masyarakat seperti dibohongi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan mengatakan bahwa semua pekerjaaan jalan yang di kelola oleh Dinas PU Tuba amburadul, itu tidak benar,” Imbuh Ferly Yuledi.

Sementara itu, Disambung oleh Sekretaris Dinas PU Tuba, Haryanto, mengatakan bahwa jalan yang di bangun oleh Pemerintah tidak akan serta merta selalu baik, bukan hanya karena kendaraan bertonase yang lebih melintas, melainkan juga ada faktor eksternalnya.

“Jalan akan cepat rusak jika jalan tersebut berada di wilayah yang memang ekstrim, seperti seringnya tergenang air, baik itu dari luapan air sekitar jalan, maupun tingginya curah hujan, atau bahkan karena konstruksi tanah diwilayah tersebut yang masih labil, sehingga jika terus-terusan begitu maka lama kelamaan tanah tergeser dan aspal pun ikut tergeser, sementara saat terkena panas maka perlahan-lahan jalan menjadi retak,” Jelas singkat Haryanto memberikan pemahaman. (saidi)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *