16 views

Hot Drink

SEHARIAN tadi Dinda mengajak Gilang refreshing setelah selesai ikuti ulangan. Mulai dari nonton di XXI sampai makan mie dan nyantai di Starbuck dijalani keduanya.

Sampai menjelang maghrib, Dinda mengajak Gilang untuk pulang.

“Ayo dek! Sudah mau maghrib, kita pulang ya?!” ajak Dinda.

“Sebentar sih, mbak! Tanggung! Sekalian setelah maghrib aja!” sahut Gilang.

“Dek, main boleh-boleh aja! Sibuk boleh-boleh aja! Tapi sebelum maghrib, usahakan pulang! Sebab di masa pergantian siang ke malam, ayam aja pulang, masak kita enggak mau belajar dari hewan!” jelas Dinda.

“Ya udah, adek ikut aja, mbak!” kata Gilang sambil berkemas ke parkiran.

“Ngomong-ngomong, kok seharian ini adek pesan hot drink melulu sih?! Memang lagi enggak enak badan ya?!” ucap Dinda.

“Cuaca kan lagi dingin, mbak! Mendung terus, jadi kita harus buat badan selalu hangat! Badan kita harus disiapkan untuk menghadapi segala kondisi! Pancaroba segera menjelang lo, mbak!” kata Gilang.

“Jadi karena cuaca dingin makanya adek selalu milih hot drink ya?!”

“Itu ikhtiar lahiriyah, mbak! Selain itu kita sejak dini perlu siapkan diri dengan sebaik-baiknya! Sebab, dengan segera hadirnya masa pancaroba, hanya badan yang hangat yang akan siap untuk menghadapi situasi itu!”

“Maksudnya gimana, dek?!” tanya Dinda.

“Begini lo, mbak! Cuaca sekarang memang sedang musim penghujan, dingin memang! Tapi, sesungguhnya dibalik kedinginan itu tersimpan kehangatan tersendiri! Yang setiap saat bisa naik kepermukaan! Dan hanya orang-orang yang sejak dini rutin memilih hot drink sebagai minumannya yang tidak akan terdadak-dadak saat situasi berubah mendadak!”

“Maksudnya cuaca politik bisa berubah setiap saat ya, dek! Pagi dingin, siang bisa hangat, sore menjadi panas, begitu ya?!”

“Iya begitu, mbak! Walau pilgub masih lama, tapi yakinlah cuaca hangat dinginnya sudah dimulai! Jadi, kita harus siap dengan situasi apapun itu! Salah satu polanya ya rutin memilih hot drink, karena dalam suasana apapun, minuman itulah yang akan selalu menjaga kekuatan lahir batin kita! Kehangatan kebersamaan, kehangatan perjuangan dan kehangatan komitmen harus terus dijaga! Jangan jadi batuk pilek enggak karuan hanya oleh perubahan cuaca! Itu saja kuncinya, mbak! ” jelas Gilang. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *