58 views

Rapat Koordinasi Dewan Ketahanan Pangan

HARIANFOKUS.com -Asisten II Bidang Perekonomian Kabupaten Lampung Barat, Ir.Noviardi Kuswan membuka secara resmi rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan yang diselenggarakan di Gudang Cadangan Pangan Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BP2KP) di Pekon Sebarus Kecamatan Balikbukit, Selasa 06/12.

Hadir dalam rapat koordinasi Dewan Ketahanan Pangan itu, selain asisten II, juga tampak Kepala BP2KP Drs.Syamsi Mursalin, sejumlah kepala SKPD, sekertaris SKPD, camat, serta undangan lainnya.

Asisten menympaikan Forum ini merupakan forum yang sangat strategis dan penting, karena pada pertemuan ini kita dapat bersilaturrahmi, berdiskusi dan bertukar informasi, menambah serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan materi pembangunan ketahanan pangan.

Terkait hal itu, kata dia, Dewan Ketahanan memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan, merumuskan serta mengawal implementasi kebijakan ketahanan pangan dalam mewujudkan ketahanan pangan, mendorong keikutsertaan masyarakat dalam penyelenggaraan ketahanan pangan, serta mengevaluasi pelaksanaan program ketahanan pangan khususnya pada subsistem ketersedian dan kerawanan pangan, distribusi dan akses pangan serta konsumsi dan keamanan pangan.

Kondisi ketahanan pangan di Kabupaten Lambar tahun 2016 yaitu produksi padi sebesar 119.366 ton,
produksi jagung sebesar 696 ton,produksi kedelai sebesar 133 ton,dan produksi ikan sebesar 3079,28 ton, Stok cadangan pangan pemerintah daerah Kabupaten Lambar dari pendanaan APBD sebesar 15 ton yang saat ini ada di gudang Bulog, imbuhnya.

Lebih lanjut asisten mengatakan, pembinaan keamanan pangan ini sudah dilaksanakan dengan melaksanakan sosialisasi pangan jajan anak sekolah dasar pada sekolah-sekolah dasar yang ada di Lambar, serta sosialisasi mutu dan keamanan pangan pada masyarakat ditingkat kecamatan.

“Pengawasan dan kwalitas pada pangan  perlu didukung sepenuhnya oleh BPOM agar tidak beredar bahan  pangan yang berbahaya dan kadaluarsa. Karena biasanya dengan permintaan yang tinggi, maka produk pangan yang lama atau kadaluarsa juga dipasarkan, padahal berbahaya bagi kesehatan masyarakat. tegasnya.

Masih kata asisten, untuk semakin memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Lambar, pemerintah daerah terus mengembangkan pekon-pekon mandiri pangan  yang sudah di mulai pada tahun 2008-2012. Dari tahun 2008-2012 ini sudah mencapai  7 pekon  mandiri pangan serta ada 5 pekon kawasan mandiri pangan pada tahun 2016 ini. Demikian pula kegiatan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan  (P2KP) pada tahun 2016 telah mencapai pph sebesar 85,7 dengan tingkat kecukupan energi konsumsi  115,6% kkal/kapita/hari. Jadi secara kuantitas telah tercapai, tetapi secara kualitas masih perlu untuk ditingkatkan antara lain pada konsumsi ikan dan pangan hewani lainnya, serta umbi-umbian., imbuh dia.

Menurut dia, diversifikasi pangan ini perlu  terus dikembangkan, seperti dari yang semula selalu mengkonsumsi beras, sekarang diselingi dengan tiwul atau nasi jagung. Itu sangat efektif untuk mendukung ketahanan pangan. Oleh sebab itu diversifikasi pangan, juga didukung dengan program pengembangan optimalisasi pemanfaatan perkarangan, agar masyarakat memanfaatkan perkarangan untuk menanan berbagai tanaman produktif seperti umbi-umbian, sayur-sayuran dan sebagainya. Sampai tahun 2016 sudah ada sebanyak 32 kelompok di 32 pekon di Kabupaten Lambar.(irw)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *