16 views

Pakar Hukum Unila Sebut Panwaskab Lambar Diduga Masuk Angin

HARIANFOKUS.com – Pengamat politik dan hukum Universitas Lampung (Unila) Yusdianto dengan tegas meminta kepada Panitia Pengawas Kabupaten (panwaskab) Lampung Barat bertindak tegas bagi calon kepala daerah, berkampanye di tempat ibadah.

“Gak boleh baik dihalaman, maupun didalam masjid, pokoknya masih di areal masjid, kecuali kalau diluar pagar masjid misalkan 100 meter jaraknya dari luar pagar masjid,”kata Yusdianto, via phonselnya, Senin (19/12) malam.

Dia mempertanyakan kinerja Panwaskab yang diduga masuk angin terhadap salah satu calon di Lambar.

“Tanyain panwaskabnya apa sudah masuk angin, kalau masuk angin dikerok,”tegas Yusdianto.

Lagi-lagi Dosen Fakuktas Hukum Unila itu berharap Panwas tidak tebang pilih menerapkan aturan pengawasan dalam berkampanye.

“Harus lakukan tindakan tegas, jangan tebang pilih, jangan abu-abu, jelas kampanye dilarang di tempat ibadah, tegakan aturan, siapa calonnya, harus mematuhi aturan berkampanye,”pintanya.

Yusdianto menyarankan agar Panwaskab cekatan dalam menindak pasangan calon yang melanggar.

“Teguran itu harus berani, harus cekatan, tempat- tempat yang dilarang berkampanye itu diantaranya tempat pendidikan, tempat ibadah. Cari tempat yang lain seperti di balai desa,”saran dia.

Panwas harus tegas, tegakkan aturan, jika benar katakan benar begitu sebaliknya.”Kalau benar katakan benar, salah katakan salah. Jangan setengah-setengah, kalau tidak belajar lagi mereka, biar tahu,”katanya.

Sebelumnya diketahui, tim pemenangan Parosil Mabsus- Mad Hasnurin (PM-MH), melaporkan pasangan Edi Irawan Arief – Ulul Azmi Soltiansa (Edi Pay), ke Panwaskab Lampung Barat terkait dugaan berkampanye di tempat ibadah. Namun hingga saat ini menurut pihak Panwaskab setempat, laporan tersebut tidak memenuhi unsur.

“Laporan dugaan pelanggaran Edi Pay sudah masuk di Gakkumdu. Namun secara global tidak memenuhi unsur, karena acara itu dihalaman masjid, bukan didalam,”ucap Divisi Penindakan Panwaskab Lambar, Izhar.(*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *