11 views

Tony Sarankan Polda Tiru Filipina

HARIANFOKUS.com – DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Lampung, setuju melakukan tindakan tegas dengan “menembak mati” terhadap produsen, sindikat, mafia penjahat, bandar dan pengedar narkoba.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua Granat Lampung H. Tony Eka Candra, menyikapi langkah tegas yang dilakukan Kapolda Lampung Irjen Pol. Sudjarno, dalam memberantas peredaran gelap narkoba di Lampung, Minggu (12/3).

Lebih lanjut Tony menjelaskan dia setuju kalau dilakukan tindakan tegas atau “Tembak Mati” juga kepada siapapun oknum yang melindunginya tanpa pandang bulu.

“Karena kejahatan narkoba adalah musuh bangsa dan musuh negara sekaligus musuh umat manusia. Kejahatan narkoba adalah kejahatan terhadap umat manusia. Penjahat narkoba adalah mereka para penghianat bangsa,” ujar anggota DPRD Lampung ini.

Oleh karena itu tindakan tegas ini perlu dilakukan lanjut Tony, semata mata demi untuk melindungi generasi anak bangsa, rakyat dan bangsa Indonesia dari kehancuran akibat narkoba.

“Untuk kelangsungan dan tetap tegaknya NKRI, seharusnya Pemerintah Indonesia mengambil contoh yang baik dan luar biasa dari Pemerintah Filipina dengan “Ketegasan” dan “Kebijakan” perintah Presiden Filipina Rodrigo Duterte,” ungkapnya.

Politisi Golkar ini menilai langkah Presiden Filipina dalam memberantas narkoba di negaranya dengan mengumumkan secara luas kepada rakyat Filipina para oknum pejabat dan oknum aparat yang terlibat kejahatan narkoba sangat tepat.

“Karena hal itu  dilakukan Presiden Filipina semata-mata untuk melindungi generasi anak bangsa, rakyat dan bangsa Filipina dari kehancuran akibat narkoba.
Dapat dilihat hasilnya sangat luar biasa, lebih dari 7 ribu orang penjahat narkoba diitembak mati. Lebih dari 500 ribu orang penjahat dan sindikat, bandar, pengedar serta pecandu dan pengguna narkoba, termasuk oknum pejabat dan oknum aparat pemerintah Filipina yang terlibat kejahatan narkoba menyerah dan menyerahkan diri kepada aparat Kepolisian Filipina untuk dilakukan rehabilitasi karena takut ditembak mati,” ujar dia panjang lebar.(*/win)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *