76 views

DKL Upayakan Kain Tapis Jadi Warisan Dunia

HARIANFOKUS.com, Bandarlampung – Dewan Kesenian Lampung (DKL) terus mengupayakan agar kain tenun Tapis yang merupakan pakaian adat khas Lampung menjadi bagian dari warisan dunia. Sudah saatnya kain tenun Tapis untuk mendapat pengakuan penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) UNESCO. DKL berusaha keras agar kain tenun Tapis menjadi warisan budaya dunia (WBTB-UNESCO),” ungkap Aprilani Yustin Ficardo yang merupakan Ketua Umum Dewan Kesenian Lampung (DKL).

Yustin juga menjelaskan kalau kain Tapis sudah merambah ke dunia Internasional. Buktinya, berbagai perhelatan akbar dunia banyak menggunakan kemegahan kain tapis. Selebritis dunia Paris Hilton dan Miss Universe asal Puerto Riko Zulyka Rivera pun menggunakan busana rancangan designer Lampung Aan Ibrahim yang bermotif tapis. Apalagi tapis juga sudah tercatat mendapat penghargaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional tahun 2013 dari Kementerian Pariwisata dan Budaya.

Pada ajang Miss Intenasional 2014 di Jepang saat mewakili Indonesia, Elfin Pertiwi Rappa mengenakan busana Tapis dengan paduan mahkota khas Lampung Siger berhasil menyabet The Best National Costum dengan mengusung tema Tale of Siger Crown. Pada ajang Mister Internasional 2015 di Korea Selatan, Kevin Hendrawan, pemenang L-Men of The Year 2014, mengenakan baju dari kain Tapis yang dirancang Rendie Arga, bertema The Invincible Golden Hero of Krakatau.

Kemudian, Anindya Kusuma Putri di ajang Miss Universe 2015 di Las Vegas, AS, mengenakan baju berbahan Tapis karya desainer asal Lampung Mia Ayunda Sari. Kain Tapis juga tampil dalam ajang Olimpiade 2016 lalu dan menuai banyak pujian. ”Kini para perancang busana dalam dan luar negeri mulai mengeksplorasi kain Tapis dalam karya-karyanya,” ujar Yustin.

Sekretaris Umum DKL Bagus S Pribadi juga menambahkan, kalau kain Tapis sebagai salah satu warisan budaya Lampung secara filosofis dikenal juga menjadi perekat budaya masyarakat Lampung. Untuk tahap awal ini, pihaknya telah membentuk tim yang bertugas melakukan identifikasi dan penelusuran tahapan-tahapan serta berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait. ” Pada gilirannya nanti perlu membentuk Tim Studi dalam rangka mengusulkan kain Tapis sebagai warisan budaya dunia (WBTB-UNESCO), tambah Aviv panggilan akrab Bagus S Pribadi.

Sementara itu, Badan Pembina DKL Y. Wibowo juga mengungkapkan secara teknis sudah dilakukan penelusuran ke BPNB (Badan Pelestarian Nasional Budaya) yang berada di Bandung dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta. Untuk tahap awal pencanangan WBTB nasional sebagai pijakan untuk mendorong ke tahap Tapis sebagai warisan budaya dunia. “Ini harus terus digali dan disosialisasikan dalam berbagai bentuk kegiatan seperti Focus Group Discussion (FGD), seminar, penelitian-penelitian, penguatan dan eksistenti dalam masyarakat melalui industri kerajinan, pasar pariwisata dan publikasi,”ungkap Y. Wibowo. (*)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *