10 views

Ikan Terbang

DINDA terkagum sampai berteriak-teriak histeris saat melihat aksi ikan terbang saat ngabuburit dengan menaiki perahu kecil mengelilingi Pulau Tangkil, sore tadi.

“Wow, luar biasa bener itu ikan! Nggak salah kalo selama ini disebut ikan terbang! Karena aksinya emang bener-bener memukau!” teriak Dinda di atas perahu yang bergoyang diterpa ombak.

“Ikan itu terbang-terbang karena ngindarin bahaya, mbak?! Bukan mau nunjukin kehebatannya bisa muncul dari dalam air terus terbang sampai puluhan meter gitu! Coba perhatiin aja gerakannya! Kan keliatan terburu-buru, nggak senyaman kalo lagi terbebas dari ancaman!” sela Gilang.

“Ah, adek sok tau deh! Liat aja lebih perhati coba! Lompatannya saat muncul dari dalam laut itu penuh tenaga dan terbang pun bisa sambil berputar-putar! Ini kan hiburan tersendiri buat kita, dek! Ini tontonan eksklusif tau, dek!”

“Iya, itu tontonan eksklusif emang, mbak! Karena jarang-jarang ikan terbang sampai begitu jauh melakukan gerakannya yang memukau kayak gini! Tapi feeling adek, ikan itu lagi ngindarin bahaya, mbak! Jadi bukan dia mau akrobatik nunjukin kemampuan terbangnya pada kita lo!”

“Emang yang adek tau gimana soal ikan terbang sama bahaya yang mengancamnya sih? Kayaknya kok keukeuh sama feeling!” ketus Dinda sambil minta agar perahu terus diarahkan ke pergerakan ikan yang menjadi pembicaraan.

“Gini, mbak! Kalo ikan terbang itu terus-menerus melakukan aksinya sampai ratusan meter dengan pergerakan yang cepat, pasti dia tengah menghindari bahaya! Tapi kalo terbangnya slow bahkan sampai memutar-mutar badannya dengan gerakan yang lentur, berarti dia tengah bahagia dan karenanya menunjukkan ekspresi dengan keceriaannya bermain-main dalam kebisaannya!” urai Gilang.

“Oh gitu to, dek? Nah, kalo nurut adek, ikan yang kita ikuti ini dalam bahaya apa nggak?!” tanya Dinda.

“Nurut adek, ikan ini dalam bahaya, mbak! Dibawah permukaan air laut mungkin ada ikan besar yang sedang mengejarnya! Bisa aja ikan paus jenis dorado!”

“Tapi dengan bisa terbang ginikan jaraknya dari ancaman bahaya juga makin jauh, dek? Kenapa dia masih terbang-terbang pula?!”

“Begini lo, mbak! Ikan ini emang pake kemampuan terbangnya untuk menjauhi ancaman! Tapi jangan lupa, ikan besar yang mau menelannya juga punya kekuatan pergerakan yang luar biasa cepatnya! Jadi jarak antara dirinya dengan sasaran tetep aja deket, itulah yang ngebuat si ikan terbang terus berjuang keras untuk menjauhi ancaman!”

“Kira-kira bisa nggak ikan itu lolos dari bahaya yang mengancamnya, dek?!”

“Kalo cepat ketemu karang atau kawasan yang dangkal, kayaknya y bisa selamat, mbak! Tapi kalo dalam posisi semacam ini, besar kemungkinan ikan itu nggak akan lolos dari maut!”

“Dek, itu ada burung ngikuti ikan terbang, apa itu?” ujar Dinda sambil menunjuk ke arah burung tersebut.

“Oh, itu burung cikalang namanya, mbak! Burung itu mendekat karena melihat aksi ikan terbang ini! Dia lagi ngintai untuk bisa menangkap sang ikan saat dalam posisi di udara!” jelas Gilang.

“Oh iya, dek! Luar biasa ya? Burung itu cepet bener gerakannya! Wah, ikan terbangnya langsung ditangkap dengan paruhnya dan dibawa terbang!” kata Dinda dengan suara menjerit saat melihat aksi burung cikalang “memotong” lompatan ikan terbang di angkasa.

“Bener, mbak! Sungguh sesuatu yang eksklusif apa yang kita liat sore ini ya? Betapa keras perjuangan si ikan terbang untuk bebas dari bahaya yang mengancamnya dari dalam lautan! Ternyata, yang mengakhiri hidupnya adalah pemangsa dari angkasa! Sesuatu yang tak pernah diduga sebelumnya!” tutur Gilang sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *