6 views

KUAPPAS Lambar Disahkan

HARIANFOKUS.com – Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) tahun anggaran 2018 disahkan Eksekutif dan Legislatif di Ruang Sidang Marghasana. Kamis (24/8).

Sidang Paripurna yang di gelar menyoal KUA-PPAS sebagai dasar penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan BeLanja Daerah (RAPBD) dan pedoman penyusunan APBD yang sifatnya umum nya (KUA) mencakup, gambaran kondisi ekonomi makro, asumsi-asumsi dasar penyusunan RAPBD, kebijakan pendapatan, belanja daerah dan pembiayaan.

Sementara, PPAS mencerminkan prioritas pembangunan daerah yang berkaitan dengan sasaran yang akan dicapai termasuk program  prioritas dasri Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait.

Berdasrakan laporan salah satu anggota Badan Anggaran (Banang) DPRD Lambar, B. Donny Kurniawan, ST., mengatakan, pendapatan daerah diproyeksi Rp 1.039.316.625782,00 miliar yang terdiri dari Pendapatan Belanja Langsung (PAD) Rp 43.709.805.070,00

yang meliputi, pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan dan lain lain pendapatan yang sah. Lalu, Dana Perimbangan Rp 829.156.143.710,00 untuk dana bagi hasil pajak/ bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) serta Dana Alokasi Khusus (DAK).

Lan-lain Pendapatan yang Sah Rp 166.450.677.002,00 meliputi dana darurat, dana bagi hasil pajak dari Provinsi dan dari pemerintah lain.

Selanjutnya, Belanja Daerah di proyeksi 1.703.020.045.903,00 yang terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp 529.057.187.252,00 yang meliputi belanja pegawai, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bagi hasil kepada Provinsi/ Kabupaten/ Kota dan Pemerintah Desa.

Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa dan Partai Politik serta Belanja tidak terduga sertaBelanja Langsung Rp 1.173.962.858.651,00.

Terus dia, untuk Penerimaan Pembiayaan yaitu, Rp 10.000.000.000,00 dengan Sisa Libih Perhiungan Tahun Sebelumnya (SILPA), Pengeluaran Pembiayaan sebesar Rp 1.500.000.000,00 “dan Pembiayaan Netto Rp 8.500.000.000,00”, jelas dia.

Dari hasil laporan anggota tim Banang DPRD Lambar yang menyetujui KUA-PPAS tahun anggaran 2018 dengan rincian, pendapatan daerah yang di proyeksi sebesar Rp 1.049.316.625.782 belanja daerah diproyeksi sebesar Rp 1.703.020.045.903 dan pembiayaan daerah diproyeksi sebesar Rp8.500.000.000 sehingga defisit sebesar Rp 655.203.420.121.

“DPRD menyetujui untuk di tanda tangani KUA-PPAS tahun 2018 bersama Pemerintah Daerah,” imbuhnya. (wir/wan)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *