32 views

Kisah Bathup

“MBAK ini kebiasaan lho! Kalo mandi luama bener!” ucap Gilang saat melihat Dinda keluar dari kamar mandi.

“Namanya juga cewek, dek! Mandinya ya lamalah! Emang kenapa?!” sahut Dinda.

“Sebenernya ya nggak perlu lama-lamalah di kamar mandi itu, mbak! Kan jelas apa aja yang harus dilakuinnya! Tapi kalo mbak, apalagi mandinya di kamar mama, pasti aja luama bener! Ngapain aja sih?”

“Mbak kan mandinya di bathup, dek! Jadi ya lamalah! Ngisi air dulu, kasih pewangi dulu sampai berbusa! Ngukur tingkat kehangatan airnya! Baru kalo sudah pas, nyemplungin badan!” kata Dinda.

“Ya tapi kenapa harus lama? Kan nggak mesti sampe satu jam jugalah mandinya?!” ketus Gilang.

“Gini lho, dek? Mandi di bathup itu beda dengan guyuran sower! Kalo di bathup itu kita harus santai! Nikmati asupan airnya! Ada relaksasinya! Dan kalo mbak, itulah kesempatan menurunkan kepenatan pikiran dan kelelahan badan! Jadi, di bathup itu penuh dengan suasana yang nyaman! Setelahnya pun penuh kesegaran! Fresh gitulah jadinya, dek!” jelas Dinda panjang lebar.

“Adek juga tau kalo itu mah, mbak! Berendam di bathup emang dapetin kenikmatan mandi tersendiri! Tapi kan nggak perlu lama-lama juga?” kata Gilang.

“Kalo soal lama atau sebentar, itu tergantung orangnya, dek! Mungkin kalo adek, kecipak-kecipuk sebentar aja udah! Mbak kan nggak gitu! Karena pengen nikmati dengan maksimal!”

“Emang apa sih yang mbak dapetin lama-lama mandi di bathup itu?!”

“Mandi di bathup itu bisa dibilang penuh sensasi lho, dek? Selain secara lahiriyah badan jadi lebih segar, pikiran juga jadi fresh! Akan lahir ilham-ilham, ide-ide dan sesuatu yang bisa menambah keyakinan akan hal-hal yang telah dan akan kita lakukan!” tutur Dinda.

“Oh gitu ya, mbak! Artinya dari mandi di bathup itu bisa banyak pikiran-pikiran baru, semangat-semangat baru gitu ya? Karena berlama-lama di tempat itu memunculkan kisah tersendiri?!” sela Gilang.

“Bener itu, dek! Sesungguhnya, banyak orang besar yang mendapat ide, gagasan, bahkan semangat dan sesuatu yang tak pernah dirasakan sebelumnya, justru melalui proses yang sederhana ini; mandi di bathup!”

“Pantes aja mama sering pas keluar kamar mandi langsung nyampein pengen ini itu dan mau gini gitu ya, mbak? Karena inspirasinya lahir saat menikmati mandi berendam di bathup itu ya?!”

“Bener itu, dek! Yang harus diingat, semua orang punya bathup di kamar mandinya, tapi nggak semua bisa menikmati gesah fantasi yang ada dibalik keberadaannya!”

“Kenapa begitu, mbak?!”

“Karena jarang yang sadar bahwa dari kenyamanan saat mandi itulah kisah kehidupan kita dengan sejuta aktivitasnya dimulai! Jadi, dari tempat yang amat privacy itu -sesungguhnya- kita akan mampu atau tidak melangkah ke depan dengan baik! Penuh optimisme atau tidaknya kita, ya dimulai dari bagaimana kita membuat kisah di bathup! Sesuatu yang keliatannya sepele namun menyimpan kekuatan dan semangat yang maha dahsyat!” ucap Dinda sambil terus mengeringkan rambutnya yang basah. (ยค)

Bagikan berita ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *